10 Video Pupuler di Indonesia Versi YouTube di tahun 2014

10 Video Pupuler di Indonesia Versi YouTube di tahun 2014

10 Video Pupuler di Indonesia Versi YouTube di tahun 2014

Bila kita sering membuka YouTube dan mencari video yang paling populer, tentu saja yang masuk nominasi adalah video yang bergenre humor, karna memang tujuan untuk melihat YouTube adalah untuk mencari hiburan, tapi cobalah melihat daftar video terpopuler YouTube di tahun 2014 ternyata banyak Video budaya yang masuk nominasi, salah satunya lagu dangdut yang lagi tren sekarang “Sakitnya tuh disini”.

YouTube merilis 10 video terpopuler di Indonesia sepanjang tahun 2014, dan ada dua tema yang terlihat mengisi daftar tahun ini — komedi dan cinta. Di kategori non musik, 5 dari 10 konten berisikan komedi, termasuk lelucon berbahasa Jawa yang direkam di dalam kamar seorang pemuda asal Malang, Bayu Skak, yang saat ini channelnya ditonton oleh lebih dari 150.000 orang.

Sebanyak 5 video lain menunjukkan sisi lain dari Indonesia yang ternyata suka bernostalgia lewat mini sekuel dari Line yang dengan cerdas menampilkan kembali karakter dari Ada Apa Dengan Cinta, melimpahnya perhatian masyarakat untuk seorang pemuda asal Cilacap bernama Pujiono di video audisi Manisnya Negeriku, dan kisah drama di trailer film Haji Backpacker.

Di kategori musik, Agnes Monica dengan lagunya Coke Bottle dan Raisa dengan lagu LDR menjadi video musik lokal paling populer di tahun ini.

Tetapi, panggung musik juga diramaikan oleh pendatang baru yang tak kalah berbakat, seperti Cita Citata yang lagu Sakitnya Tuh di Sini meraih popularitas di tengah masyarakat Indonesia yang tak pernah berhenti mencintai musik dangdut.

Dalam waktu yang relatif singkat, Cita Citata mampu menembus daftar video musik YouTube terpopuler tahun ini bersama Katy Perry Dark Horse dan Taylor Swift Shake It Off.
Dibandingkan dengan tahun lalu, konten video tahun ini semakin beragam, baik dari segi topik dan kategori,” kata Manajer Komunikasi Google Indonesia Jason Tedjasukmana.

“Penggunaan adaptasi bahasa lokal, seperti bahasa Jawa, membuktikan bahwa orientasi komunitas begitu berpengaruh di YouTube dan bagaimana konten lokal dan nasional mampu meraih audiens baru dari kumpulan penggemar yang setia.”

Sumber