12  Cara Mengatasi Bayi Pilek yang Bisa Dicoba Para Orang Tua

12  Cara Mengatasi Bayi Pilek yang Bisa Dicoba Para Orang Tua

Bayi Anda pilek dan demam? Tentu membuat orang tua cukup repot dan bahkan harus begadang tidak tidur malam. Pilek terkadang bisa disebabkan karena kondisi cuaca, kontaminasi bahan-bahan yang menyebabkan alergi hingga karena tertular oleh virus yang ada di sekitarnya.

Misalnya ibu yang sedang pilek tidak berhati-hati merawat bayinya, pilek bisa menular ke bayi. Begitu juga orang lain, semakin lemah daya tahan tubuh bayi akan semakin mudah tertular. Cara mengatasi bayi pilek pun harus diupayakan oleh orang tua karena bayi akan sering menangis.

Pada saat bayi pilek, jangan terburu-buru memberinya obat pilek untuk bayi, tapi usahakan lah lebih dulu cara-cara menyembuhkan pilek tanpa obat. Terutama jika pilek yang muncul tidak dibarengi gejala lainnnya, hanya pilek biasa.

Bayi memang akan lebih sering menangis karena hidungnya tersumbat, namun orang tua juga harus kreatif mencari bahan alami yang dapat meringankan pilek bayi. Pilek biasanya diiringi dengan demam atau batuk, sehingga satu persatu harus diredakan lebih dulu agar bayi bisa lebih tenang secara bertahap.

Langkah-Langkah Mengatasi Bayi Pilek yang Harus Dilakukan Orang Tua

Pada bayi yang mengkonsumsi susu formula, biasanya kecenderungan daya tahan tubuhnya lebih lemah dibandingkan ASI. Oleh karena itu, ketika ibu mulai terasa meriang dan terasa akan pilek, sesegera mungkin menyembuhkan pilek tersebut sebelum menular ke bayi. Terutaman jika bayi berusia di bawah 2 tahun. Menyembuhkan orang dewasa yang pilek tak serumit merawat bayi yang sedang pilek bukan? Nah, jika ternyata bayi sudah pilek, berikut ini hal-hal yang bisa dilakukan:

1. Menghangatkan tubuh bayi

Pada saat badan meriang dan hidung mulai tersumbat, bayi akan mulai rewel dan banyak menangis. Biasanya akan selalu minta gendong. Langkah pertama hangatkan tubuh bayi dengan menyapukan minyak kayu putih ke bagian dada, perut, punggung, leher dan sebagainya. Biarkan tubuh bayi hangat untuk membantu perasaannya agar lebih nyaman.

2. Letakkan pada posisi kepala yang lebih tinggi

Buatlah posisi berbaring bayi dengan kepala lebih tinggi untuk membantu mengurangi hidung yang tersumbat. Setelah letih menggendong, bisa dibaringkan di pangkuan kaki Anda dengan alas kepala yang posisinya lebih tinggi tersebut. Goyang-goyang sedikit kaki Anda saat memangkunya untuk membantu mengurangi kondisi sumbatan pada bagian hidung.

3. Hindari suhu dingin

Bila Anda berada di ruangan yang ber AC, pada saat bayi pilek, matikan AC dan bukalah jendela kamar. Udara alami akan lebih segar dan bisa menyehatkan bayi. Bila cuaca dingin, hangatkan tubuh bayi dengan pakaian yang hangat dan tebal.

4. Turunkan demamnya

Bila pilek disertai demam, maka yang harus Anda lakukan lebih dulu adalah menurunkan demamnya. Menurunkan demam secara alami bisa dengan mengompres, memberik campuran minyak zaitun dengan irisan bawang merah dan sebagainya. Bila demam memang disebabkan flu, biasanya cukup mudah diturunkan.

5. Beri ASI atau susu formula lebih banyak

Pada saat pilek atau flu, bayi membutuhkan asupan nutrisi yang lebih banyak ke tubuhnya untuk melawan virus. Berikan ASI yang lebih banyak, atau susu formula yang lebih banyak dari biasanya untuk membantu bayi melawan virus yang datang.

Bila bayi sudah bisa mengkonsumsi air putih (usia di atas 6 bulan), berikan air putih lebih banyak untuk meningkatkan asupan mineral tubuh yang dibutuhkan. Jangan berhenti memberi susu kepada bayi yang sedang pilek atau demam karena proses penyembuhan bisa lebih lama.

6. Bersihkan cairan yang menyumbat di hidung

Sebisanya, Anda bisa membersihkan cairan yang menyumbat hidung bayi. Ini dilakukan dengan berhati-hati agar tak membuat bayi semakin menangis karena bisa jadi hidungnya sedang terasa nyaman lalu Anda  buat menjadi tidak nyaman.

7. Menggunakan larutan garam

Larutan garam bisa membantu mencairkan sumbatan ingus pilek pada hidung bayi. Caranya harus dilakukan dengan sangat hati-hati sekali. Buatlah larutan garam yang kental, lalu ambil menggunakan pipet tetes. Teteskan 1 hingga 2 tetes ke hidung bayi yang tampak penuh dengan sumbatan. Lakukan pelan-pelan dan cukup 1-2 tetes saja.

8. Menggunakan vicks bayi

Vicks untuk pilek bayi biasanya tidak panas namun membantu aroma hirup bayi menjadi lebih segar dan mencairkan kotoran hidung yang menyumbat. Vicks ini biasanya bisa Anda dapatkan di apotek atau dokter yang merekomendasikannya. Obat pilek untuk  tanpa dikonsumsi biasanya dalam bentuk vicks tersebut.

9. Minuman dan makanan hangat

Bila bayi usianya telah mencapai satu tahu atau lebih, Anda bisa membuatkan air hangat untuk bayi seperti air madu hangat atau teh hangat. Air hangat ini bisa membantu menghangatkan tubuh bayi sekaligus mengurangi sumbatan lendir yang ada di hidung bayi. Dan bila bayi sudah bisa makan, maka bisa juga memberikannya sup hangat yang juga membantu menghangatkan tubuhnya.

10. Menghirup uap alami

Uap panas alami juga bisa membantu mengurangi sumbatan hidung bayi. Ambil lah air panas yang baru mendidih pada sebuah wadah, lalu dekatkan uapnya ke hidung bayi dengan hati-hati, jangan sampai tumpah dan mengenai bayi.

11. Posisikan bayi pada pundak Anda

Tengkurapkan bayi pada bagian pundak Anda untuk membantu posisi agar sumbatan hidungnya berkurang. Untuk bayi di atas 6 bulan akan lebih mudah lagi mengatur posisi ini. Berdiri dan berjalan lah sambil menepuk-nepuk bayi. Perubahan posisi akan membantu mengurangi kondisi hidung yang tersumbat.

12. Bawa ke dokter untuk mendapat pengobatan

Bila bayi terlihat sangat tersiksa, atau setelah lebih seminggu pilek tak kunjung sembuh, bawalah bayi Anda ke dokter untuk mendapatkan saran dan pengobatan. Untuk bayi di bawah 6 bulan juga harus lebih cepat dibawa ke dokter jika pileknya tak kunjung sembuh. Orang tua biasanya tak tega melihat bayinya tampak sering menangis, tersiksa karena sumbatan dan selalu rewel. Membawa ke dokter menjadi solusi yang dipilih kebanyakan orang tua. Terlebih lagi jika diiringi dengan komplikasi lain seperti batuk.

Selain mengobati, hal yang juga penting diperhatikan untuk orang tua adalah mencegah terjadinya flu atau pilek. Beberapa cara yang bisa dilakukan orang tua diantaranya, menjauhkan dari orang yang sedang terkena flu, menjaga bayi pada cuaca penghujan, memastikan pakaian bayi tidak basah saat dipakai, menjauhkan bayi dari beberapa alergen seperti debu, aneka bau-bauan, asap, kotoran dan sebagainya yang bisa menimbulkan alergi.

Cara mengatasi pilek pada bayi harus menekankan cara-cara alami yang aman bagi bayi itu sendiri. Jangan terlalu sering memberikan obat pada kondisi yang sebenarnya masih bisa ditangani dengan cara-cara tanpa menggunakan obat. Bahan alami dan makanan juga  bisa Anda jadikan alternatif untuk penyembuhan pilek pada bayi. Perbanyak asupan makanan yang sehat untuk membantu menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh bayi Anda sehingga tidak mudah pilek atau demam.