5 Fakta Unik Mengenai Sejarah Perayaan Imlek di Indonesia

5 Fakta Unik Mengenai Sejarah Perayaan Imlek di Indonesia

5 Fakta Unik Mengenai Sejarah Perayaan Imlek di Indonesia

Tren.co.id – Tionghoa adalah suku yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah Indonesia. Ini dapat terlihat dari dulu hingga sekarang, Tionghoa memberikan sumbangsih besar untuk kemajuan negeri kita.

Presiden Gus Dur di masa kepemimpinannya, mengakui keberadaan mereka sehingga menjadikan perayaan terbesar mereka sebagai salah satu hari libur nasional. Dari situlah keberadaan mereka mulai diakui.

Hari ini (8/2/2016), adalah perayaan hari imlek nasional. Nah di sini ada 5 fakta unik mengenai perayaan imlek di Indonesia.

Perayaan di solo

Ternyata perayaan imlek di solo menggabungkan antara budaya Jawa dan Tionghoa. Acara disini tergolong unik dan sudah berlangsung sejak tahun 2007. Nama dari perayaan ini disebut grebeg Sudiro. Walaupun mereka merayakan hari besar Tiongkok namun kebudayaan khas Jawa terasa sangat kental.

Perayaan Cap Go Meh di Asia Tenggara

Acara Cap Go Meh merupakan perayaan yang dilakukan 15 hari setelah acara imlek. Jika di negara besar acara ini adalah even penjamuan besar misalnya dapat ditemui Taiwan dan Tiongkok. Jika di Indonesia acara ini dapat ditemui di daerah Singkawang, Kalimantan Barat.

Imlek ketika masa Orde Baru

Ketika masa Orde Baru masyarakat Tionghoa merasakan diskriminasi karena mereka harus mengganti nama mereka di KTP dan mereka yang beragama Konghucu tidak diizinkan ada di KTP. Mereka harus memilih salah satu dari 5 agama yang diresmikan oleh Indonesia. Ketika orde baru mereka dilarang merayakan imlek dan mereka dilarang melakukan peribadatan di Kelenteng.

Pencabutan Inpres No.14/1967

Masyarakat Tionghoa dilarang merayakan Imlek karena adanya Inpres No.14/1967 yang mengatakan pembatasan Agama, adat istiadat Tionghoa dan kepercayaan. Namun ketika Gus Dur menjabat presiden beliau mengeluarkan Keppres No.6/2000 untuk mencabut inpres tersebut. oleh karena itulah, Menteri Agama akhirnya menetapka Hari Raya Imlek sebagai salah satu hari libur nasional.

Jogja berbaur dengan kebudayaan Tionghoa

Kemarin terdengar kabar bahwa masyarakat Tionghoa dilarang memiliki hak kepemilikan tanah yang ada di Yogyakarta. Sehingga ini membuat kerukunan yang ada di Yogya kembali memanas. Namun semuanya sirna ketika diselenggarakannya Pekan Budaya Tionghoa di Yogyakarta. Di perayaan tersebut digabungkan kebudayaan Tiongkok dan Yogyakarta sehingga menjadi perayaan yang unik.