6 Penyebab Kotoran Bayi Berwarna Hijau yang Penting Diketahui Orang Tua

6 Penyebab Kotoran Bayi Berwarna Hijau yang Penting Diketahui Orang Tua

Saat menemukan kotoran bayi berwarna hijau, sebaiknya Anda jangan panik dulu. Bagi ibu yang baru pertama kali memiliki bayi tentu ini hal yang baru bagi mereka. Anda perlu ketahui lebih dulu apa yang menjadi penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya. Tidak selama warna hijau pada kotoran bayi mengindikasikan bayi sedang saat. Dalam kondisi tertentu kadang warnanya memang akan berubah menjadi hijau dengan alasan yang tidak membahayakan. Jadi lihat dulu bagaimana bentuk fisik kotorannya sebelum menyimpulkan anak sedang sakit.

Pada bayi yang normal, warna fesesnya adalah kuning mustar. Baik untuk yang mengkonsumsi ASI ataupun susu formula, warnanya tetap sama. Seperti kita tahu, terjadinya warna pada feses disebabkan oleh proses yang terjadi di organ empedu yang ada di hati. Warna kotoran mungkin akan mengalami perubahan dengan berbagai alasan.

Inilah Penyebab Kotoran Bayi Berwarna Hijau

Dalam kondisi tertentu, ada beberapa penyebab mengapa warna hijau pada kotoran bayi terjadi. Hal inilah yang perlu diketahui orang tua. Apa saja penyebab tersebut? berikut ini penjelasannya:

1. Asupan sayur warna hijau yang terlalu banyak

Sama halnya seperti orang dewasa, apa yang dikonsumsi juga akan berpengaruh pada warna feses. Jika Anda memberikan asupan sayuran hijau yang terlalu banyak pada bayi Anda, ini juga akan berpengaruh pada warna kotoran yang juga akan berwarna hijau. Sebaiknya kombinasikan jenis sayuran yang dikonsumsi bayi. Misalnya dengan mencampur beberapa jenis sayuran. Selain  gizinya yang lebih banyak, juga akan menjaga warna feses agar lebih normal dan tidak membuat orang tua panik.

2. Konsumsi suplemen

Tahukah Anda, pada suplemen zat besi yang diberikan dokter pada anak juga akan memberikan efek warna hijau pada feses kotoran bayi. Biasanya akan berwarna hijau gelap. Ini adalah hasil dari zat besi berlebihan yang tak diserap oleh tubuh. Bahkan jika suplemen dikonsumsi oleh ibu, juga akan memberikan efek samping warna hijau pada feses bayi Anda. Jadi tak perlu panik jika memang Anda atau bayi Anda sedang mengkonsumsi suplemen zat besi.

3. Mengkonsumsi banyak foremilk (ASI encer)

ASI encer merupakan ASI yang rendah kalori. Biasanya dikonsumsi untuk memuaskan dahaga bayi. Di dalam ASI ini terdapat kandungan gula laktosa alami. Laktosa inilah yang dapat menyebabkan warna feses menjadi hijau. Biasanya warna hijaunya sedikit terang.

Hal ini terjadi biasanya karena ibu memiliki pasokan lebih ASI pada bayi. Sehingga bayi mengkonsumsi banyak ASI encer di awal-awal menyusu. Karena banyaknya ASI tersebut, bayi kadang cukup kenyang dengan ASI yang encer saja sebelum mengkonsumsi ASI yang kental.

Apabila ASI encer ini terlalu banyak masuk ke dalam perut bayi, maka kandungan laktosa dalam perut bayi akan tinggi. Hal ini biasanya akan membuat bayi sedikit rewel dan sering menangis. Oleh karena itu, Anda harus mengupayakan keseimbangan gizi bayi dengan memberikan ASI kental yang lebih lengkap nutrisinya.

4. Infeksi

Warna hijau pada bayi juga bisa disebabkan karena adanya infeksi yang dialami oleh bayi. Warna hijau feses biasanya bisa diiringi dengan busa, aroma bau yang sangat tajam dan bayi terus menerus BAB dalam rentang waktu yang sebentar. Bayi akan rewel dan menangis karena perutnya sakit dan tidak nyaman. Infeksi ini bisa disebabkan dari makanan yang dikonsumsi bayi, atau benda-benda yang masuk ke mulut bayi. Oleh sebab itu jagalah kebersihan segala peralatan bayi yang masuk ke dalam mulut.

Dalam kondisi tertentu biasanya juga diiringi dengan demam. Bila hal ini terjadi, bawalah bayi ke dokter anak. Biasanya dokter akan melihat sampel feses, urin hingga darah bayi untuk diperiksa.

Pengobatan yang dilakukan biasanya dengan memberikan antibiotik. Untuk bayi sebaiknya jangan dipertahankan dengan pengobatan sendiri di rumah, karena kondisi dehidrasi bayi terus terjadi. Perawatan di rumah sakit akan membantu mencegah hal-hal yang tak diinginkan. Sebab daya tahan tubuh bayi masih lemah, tak sama dengan orang dewasa.

5. Diare

Kondisi diare pada bayi juga bisa menyebabkan warna feses berubah menjadi hijau, berair dan aroma yang sangat tajam. Diare ini disebabkan oleh virus, bila tidak segera ditangani juga bisa menyebabkan infeksi. Segera konsultasikan bayi Anda ke dokter anak untuk mendapatkan perawatan. Selain berair, biasanya juga akan berlendir.

Dokter akan memeriksa dan memberikan antibiotik untuk penyembuhan. Jangan biarkan bayi Anda mengalami dehidrasi karena terlampau sering BAB. Segera bawa ke dokter untuk mendapatkan pengobatan.

6. Pergantian susu formula

Penggunaan jenis susu formula tertentu terkadang juga bisa menyebabkan feses berwarna hijau. Bila Anda kurang nyaman dengan kondisi ini bisa langsung mengkonsultasikannya dengan dokter. Biasanya dokter akan menyarankan untuk mengganti susu formula dengan merek lain. Disesuaikan dengan kondisi percernaan masing-masing bayi.

Kapan Warna Kotoran Bayi yang Hijau Harus Segera Ditangani?

Berdasarkan penyebab di atas, adakalanya kondisi warna hijau pada kotoran bayi tersebut berbahaya dan adakalanya merupakan hal yang normal. Jadi kapan warna hijau tersebut membahayakan? Yakni apabila telah muncul gejala-gejala sebagai berikut:

  1. Terlalu sering warnanya hijau, ini juga perlu dipertanyakan apa yang menjadi penyebab utamanya. Dengan berkonsultasi dengan dokter, Anda akan bisa mengetahui penyebabnya.
  2. Bila bayi tampak mengalami dehidrasi, yakni tubuh menjadi lemah, lemas, menangis dan sebagainya. Kekurangan cairan pada bayi ini akan berefek fatal. Oleh karena itu bila kondisi ini terjadi segera bawa bayi Anda ke dokter.
  3. Warna hijau bercampur darah juga harus diwaspadai dan segera dibawa ke dokter. Infeksi lainnya di dalam organ pencernaan bisa saja terjadi. Baik pada usia bayi ataupun setelah anak-anak.
  4. Berbau busuk dan bercampur bisa, ini menandakan adanya bakteri dan infeksi yang menyerang tubuh. Bila terjadi pada bayi, segera bawa ke dokter untuk mendapatkan perawatan.
  5. Berat badan mulai menurun, biasanya terlalu sering BAB akan menyebabkan seseorang mengalami penurunan berat badan, demikian pula pada bayi. Jangan anggap enteng masalah ini, sesegera mungkin bawa bayi Anda ke dokter.

Bila warna hijau hanya terjadi sekali dua kali, maka bisa jadi hal tersebut merupakan kondisi yang wajar dan biasanya dipicu faktor makanan yang dikonsumsi bayi. Memperhatikan kondisi kesehatan bayi memang bisa dilihat dari warna fesesnya. Termasuk juga melihat kondisi pencernaan bayi. Bayi yang sedikit asupan seratnya juga bisa dikenali dari warna feses yang dihasilkan.

Kotoran bayi berwarna hijau dalam kondisi normal memang tidak membahayakan. Namun apabila hal ini terjadi secara terus menerus, bisa jadi ada komposisi gizi yang tak seimbang yang dicerna oleh bayi. Oleh karena itu, membawa bayi ke dokter ini juga menjadi pilihan yang tepat untuk mengatasinya.