AirAsia ada 16 Negara yang Terlibat Pencarian dan Evakuasi

AirAsia ada 16 Negara yang Terlibat Pencarian dan Evakuasi

Kemlu: Ada 16 Negara yang Terlibat Pencarian dan Evakuasi AirAsia QZ8501 Detik.com

Kemenlu : AirAsia ada 16 Negara yang Terlibat Pencarian dan Evakuasi Detik.com Jakarta – ‎Proses pencarian dan evakuasi QZ8501 melibatkan sejumlah negara asing. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mencatat ada 16 negara yang membantu dengan teknologi canggih mereka.

“Jadi 10 negara terlibat dalam konteks investigasi dan SAR,” kata Direktur Konsuler Kemlu RI Tri T‎haryat di kantornya, Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Rabu (7/1/2015).

10 Negara yang dimaksud adalah AS, Australia, Jepang, Singapura, Malaysia, Korea Selatan, Rusia, Tiongkok, Prancis dan Selandia Baru. Bantuan asing ini tidak hanya berupa kapal, heli dan pesawat, tapi juga tenaga ahli di bidang forensik dan investigasi.

“Ada 4 negara di antaranya dalam konteks identifikasi korban,” ujar Tri.

Walau sudah banyak bantuan asing di lapangan, Kemlu RI kembali mendapatkan tawaran dari negara lainnya seperti Thailand, India, Vietnam, ‎Uni Emirat Arab, Inggris dan Kanada. Bantuan UEA dan Inggris telah berada di lokasi sebagai tenaga ahli investigasi dan operasional alat detektor canggih. Dengan begitu, jumlah negara yang terlibat menjadi 16 negara.

“Tawaran tadi masih terbuka manakala Basarnas membutuhkan, dan India, Vietnam dan Thailand dalam posisi stanby,” ujar Tri.

Tri memperinci bentuk bantuan dari ‎Singapura 6 pesawat dan 5 kapal, Malaysia 1 pesawat dan 5 kapal, Australia 2 pesawat, Korea Selatan 1 pesawat, AS 2 kapal dan 2 heli, Jepang 2 kapal dan 3 heli, Rusia 2 pesawat, Selandia Baru 1 pesawat dan Tiongkok 1 kapal. Bantuan dari Inggris berupa tenaga ahli operator alat detektor laut dalam sebanyak 2 orang. Sementara untuk bantuan investigasi datang dari Singapura 10 orang, Prancis 2 orang Airbus dan 2 investigator kecelakaan penerbangan.

“DVI Polri telah menerima bantuan forensik dari Korea Selatan, Singapura, Australia dan UEA,” ucap Tri.

Izin keberadaan bantuan asing di Indonesia diberikan dalam status darurat atau keadaan khusus. Para tenaga asing itu dibebaskan dari visa dan perizinan bea cukainya dibantu oleh Kemlu RI.

“Status darurat ini masih kita berlakukan sampai berakhirnya masa evakuasi,” ujar Tri.

Ada kisah mengharukan dibalik pencarian & evakuasi korban pesawat Air Asia QZ 8501di Reportase Sore hari ini. Saksikan program “Reportase Sore” TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(vid/aan)

Sumber : DetikNews