Badrodin Haiti Diangkat jadi Plt Kapolri

Badrodin Haiti Diangkat jadi Plt Kapolri

Badrodin Haiti Telah resmi Diangkat jadi Plt Kapolri yang sebelumnya menjabat sebagai Wakapolri. presiden Joko Widodo menunda pelantikan Komjen Budi Gunawan karna tersangkut masalah rekening gendut. Presiden Joko Widodo telah memberhentikan dengan hormat Jenderal Sutarman dan menunjuk Komjen Badrodin Haiti sebagai Plt Kapolri.

Profil Komjen Badrodin Haiti

Badrodin merupakan peraih Adhi Makayasa atau lulusan terbaik dari Akpol angkatan 1982. Dia menjabat sebagai Wakapolri sejak Maret 2014 menggantikan Komjen Oegroseno yang pensiun.

Ayah dua anak ini memiliki rekam jejak yang panjang di kepolisian. Sebelum mengemban tugas sebagai Wakapolri, Badrodin adalah Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam).

Perjalannya di Korps Bhayangkara dimulai di Polda Metro Jaya sebagai Komandan Peleton Sabhara Dit Samapta pada 1982. Pria berusia 56 tahun ini kemudian mengecap pengalaman mulai dari Kapolsek Pancoran Mas, Kapolsek Metro Sawah Besar, Kasat Serse Polres Metro Jakarta Barat hingga Wakapolres Metro Jakarta Timur.

Kariernya terus menanjak hingga pada tahun 2004 silam Badrodin menduduki posisi Kapolda Banten. Ia juga pernah menjabat sebagai Kapolda Sulawesi Tengah dan Kapolda Sumatera Utara.

Pada tahun 2010, Badrodin diangkat menjadi Kepala Divisi Hukum Polri. Di tahun yang sama, dia disebut sebagai satu dari 17 perwira tinggi yang diduga memiliki rekening gendut oleh ICW. Namun Badrodin sudah membantah dan menegaskan dirinya clear.

Berdasarkan data laporan LHKPN, total harta Badrodin yang dilaporkan pada 2 Mei 2014 lalu adalah sejumlah Rp 8,2 miliar dan US$ 4 ribu. Kekayaan itu berupa harta bergerak berupa sejumlah mobil dan logam mulia serta harta tak bergerak berupa tanah dan bangunan yang tersebar di Jabodetabek.

Berikut adalah jabatan-jabatan yang pernah dipegang oleh Komjen Badrodin Haiti:

– Danton Sabhara Dit Samapta Polda Metro Jaya (1982) – Kasubro Ops Polres Metro Depok Polda Metro Jaya (1983) – Kapolsek Pancoran Mas Polres Metro Depok Polda Metro Jaya (1983) – Kabin Info PPKO Polda Metro Jaya (1984) – Kabag Min Polres Aileu Polwil Timor Timur (1985) – Kasat Serse Polres Metro Bekasi Polda Metro Jaya (1990) – Kapolsek Metro Sawah Besar Polres Metro Jakpus Polda Metro Jaya (1993) – Kasat Serse Polres Metro Jakbar Polda Metro Jaya (1994) – Wakapolres Metro Jaktim Polda Metro Jaya (1995) – Pabungkol Spri Kapolri (1996) – Pamen Mabes Polri (1997) – Paban Madya Dukminops Paban II/Ops Sops Polri (1998) – Kapolres Probolinggo Polwil Malang Polda Jatim (1999) – Kapoltabes Medan (2000) – Dir Reskrim Polda Jatim (2003) – Kapolwiltabes Semarang Polda Jateng (2004) – Kapolda Banten (2004) – Seslem Lemdiklat Polri (2005) – Kapolda Sulawesi Tengah (2006) – Dir I Bareskrim Polri (2008-2009) – Kapolda Sumatera Utara (2009-2010) – Kadivkum Polri (2010) – Kapolda Jawa Timur (2010-2011) – Sahli Kapolri (2011) – Asops Kapolri (2011-2013) – Kabaharkam (2013-2014)

– Wakapolri (2014-sekarang) Detik.com


Harta Kekayaan Badrodin Haiti

Berdasarkan hasil penelusuran di situs acch.kpk.go.id, Badrodin termasuk rajin menyerahkan LHKPN sejak masih menjadi Kepala Kepolisian Resor Kota Medan tahun 2001.

Badrodin terakhir kali menyerahkan LHKPN pada 2 Mei 2014 dengan harta senilai Rp 8.290.211.160 dan 4.000 dollar AS. Adapun rincian harta kekayaan Badrodin yaitu harta bergerak berupa tanah dan bangunan senilai Rp 4.377.472.000, harta bergerak berupa alat transportasi sebesar Rp 500 juta, serta harta bergerak lainnya berupa logam mulia dan batu mulia senilai Rp 763.996.965.

Selain itu, Badrodin juga memiliki surat berharga senilai Rp 2.215.490.797 serta giro dan setara kas turun sebesar Rp 683.251.390. Ia juga memiliki utang sebesar Rp 250 juta dalam bentuk pinjaman uang.

Badrodin pertama kali menyerahkan harta kekayaannya pada 31 Mei 2001 senilai Rp 1.187.000.000 dan 4.000 dollar AS. Setelah itu, saat ia menjabat sebagai Kepala Polda Sulawesi Tengah, ia kembali memperbarui LHKPN senilai Rp 2.090.126.258 dan 4.000 dollar AS pada 24 Maret 2008.

Kemudian pada 1 Juli 2010, Badrodin kembali memperbarui LHKPN senilai Rp 4.723.714.226 dan 4.000 dollar AS. Saat itu, ia menjabat sebagai Kepala Divisi Pembinaan Hukum Mabes Polri.

Lalu pada 10 Oktober 2012, saat menjadi Asisten Operasi Kapolri, harta kekayaan yang dilaporkannya senilai Rp 5.826.509.993 dan 4.000 dollar AS.

Saat menjadi Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Mabes Polri pun Badrodin menyerahkan LHKPN ke KPK. Harta kekayaan yang dilaporkannya pasa 21 Oktober 2013 itu senilai Rp 8.517.056.044 dan 4.000 dollar AS. Kompas.com

Kata KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi enggan mengomentari keputusan Presiden Joko Widodo yang mengangkat Komisaris Jenderal Badrodin Haiti sebagai Pelaksana Tugas Kepala Kepolisian Republik Indonesia. Padahal Badrodin Haiti merupakan salah satu jenderal yang diduga memiliki rekening gendut seperti Komisaris Jenderal Budi Gunawan.

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengatakan komisi antirasuah menghormati apa yang sudah diputuskan Presiden. “KPK tidak dalam kapasitas untuk mengomentari keputusan yang sudah diambil Presiden berkaitan dengan pengangkatan dan penundaan yang ada di instansi Polri,” ujar Bambang melalui pesan singkat, Jumat, 16 Januari 2015. (Baca: Anak Budi Gunawan Punya Hotel Bintang 3 di Bandung.)

Menurut Bambang, KPK dalam kapasitasnya sebagai penegak hukum akan berkonsentrasi pada penanganan perkara yang menjadi kewenangannya. KPK, tutur Bambang, akan menjalankan tugas pokok dan fungsi lain di bidang pemberantasan korupsi.

“Dan tetap bekerja sama dengan lembaga penegak hukum,” ujar Bambang. Lembaga penegak hukum yang dimaksud adalah kepolisian, kejaksaan, Mahkamah Agung, dan Mahkamah Konstitusi. KPK juga akan melanjutkan program yang sudah terencana dan direncanakan. Tempo.co

Badrodin Haiti, Berita, Nasional, Plt Kapolri, Politik