Bakteri Tuberkulosis Cepat Mati di Bawah Sinar Matahari

Bakteri Tuberkulosis Cepat Mati di Bawah Sinar Matahari

Tren.Co.Id – Kuman Micobacterium Tubercolosis atau disebut dengan TB sangat mudah menular dengan melalui bersin atau dahak dari pasien. Akan tetapi, pasien bisa mencegah penularan kuman tuberkulosis dengan cara menerapkan perilaku hidup bersih, seperti salah satu contohnya membuang cairan pernafasan di udara terbuka serta di bawah sinar matahari.

Dikatakan oleh Cahyarini, yang merupakan mikrobiolog dari SMF Mikrobiologi Klinik Persahabatan, cairan pernafasan atau biasa disebut dengan sputum memang harus dibuang pada udara yang terbuka, terlebih tepat di bawah sinar matahari. Pasalnya, kuman dari tuberkulosis ini akan lebih cepat mati apabila terkena sinar ultraviolet dari matahari.

“Bakteri tuberkulosis akan lebih cepat mati dalam beberapa jam apabila di udara terbuka, terlebih jika terkena paparan sinar ultraviolet matahari. Apabila di tempat tertutup apalagi yang ruangan ber-AC, kuman bahkan bisa bertahan hingga 8 hari lamanya.” ungkap Cahyarini.

Cahyarini mengatakan apabila kuman Micobacterium Tuberculosis merupakan bakteri basil yang gemar hidup pada jaringan berudara. Ini sebabnya mengapa kuman ini senang hidup di paru-paru. Akan tetapi, saat waktu berkembang bakteri yang lambat, yakni 15 hingga 20 jam, menjadi keuntungan sendiri.

“Lamanya dari waktu kuman tuberkulosis yang berkembang bisa membuat penyakit ini menjadi tak mudah menular, serta kematian secara mendadak tidak banyak terjadi. Infeksi hanya bisa ditransimisikan melalui droplet atau cairan yang keluar dan berasal dari paru-paru, lewat bersin atau bahkan batuk.” imbuh Cahyarini.