Berapa Lama Manusia Mampu Bertahan Hidup Tanpa Makanan ? | Tren.co.id

Berapa Lama Manusia Mampu Bertahan Hidup Tanpa Makanan ? | Tren.co.id

Tren.co.id – Para ahli yakin bahwa tubuh manusia dapat bertahan lama meski tak makan sampai dua bulan. Keyakinan ini diperjelas atas bukti yang ditunjukkan orang Swedia yang selalu bisa bertahan hidup meski tak makan.

Dikutip dari laman BBC, pria yang telah berusia 44 tahun diketahui bernama Peter Skyllberg berasal dari Swedia terperangkap dibawah salju dan diketahui bisa bertahan hidup hingga dua bulan lamanya tanpa makanan.

Walau seperti itu, dia dilaporkan mengonsumsi segenggam salju dan ada di lingkungan yang titik minusnya hingga 30 derajat Celsius. Pada saat itu Skillberg ada di mobil (19/12/2011). Menurut Dr Mike Stroud , seorang Dosen Senior Medicine and Nutrition, Southampton University terdapat berbagai factor yang bisa mendukung seseorang dapat bertahan hidup. Salah satu faktornya berhubungan dengan bagaimana metabolism tubuh menurun guna menghemat energy.

‘’ Rata-rata tubuh manusia melakukan istirahat tak melakukan apa pun , menghasilkan sebanyak 100 watt untuk panas dalam tubuh. Tapi dalam kondisi ini tubuh bakal mulai memanas secara lambat guna menjaga anda supaya selalu dalam kondisi hangat, ‘’ paparnya.

Dari situlah tubuh yang makin berat bakal mempunyai banyak manfaat.

‘’ Tubuh membutuhkan tak hanya sekedar kalori, ini bakal mulai dalam mematikan organ satu demi satu. Tapi mungkin ini menyta waktu sampai 60 hari supaya hal tersebut terjadi, ‘’ jelasnya.

Catherine Collins, juru bicara Asosiasi Diet Inggris mengatakan tubuh bisa merancang kembali sewaktu kelaparan guna meminimalisir jumlah kalor yang diperlukan. Saat tubuj berhenti memperoleh makanan, dia perlu hidup menggunakan gula cadangan.

Hati dan otot sebagai penyimpan glukosa, sumber bahan bakar pertama, glikogen. Kemudian glikogen ini bisa diubah jadi glukosa. Ketika glukosa habis, lemak bisa diubah jadi pasokan energy sekunder yang dikenal ‘ketone bodies’. Setelah lemak itu habis, tubuh mesti menyedot protein daur ulang berasal dari system hingga menuju otot guna melakukan konversi ke energy.