Berikut Review Film Batman v Superman : Dawn of Justice

Berikut Review Film Batman v Superman : Dawn of Justice

03/23/16 9:58 PM

Tren.co.id – Batman v Superman : Dawn of Justice pada akhirnya tiba juga di bioskop Indonesia. Film superhero ini yang diinginkan dapat melebihi Deadpool, mempunyai banyak unsur yang dapat memanjakan semua pengagum Batman serta Superman.

Tidak butuh mengulas sinopsis Batman v Superman, toh telah banyak artikel serta web bioskop yang membahasnya. Tulisan ini akan segera membahas penilaian pada film ini, baik keunggulan, kekurangan, ataupun beberapa hal baru yang di tawarkan Zack Snyder dalam filmnya ini.

Film di buka dengan adegan satu adegan yang sungguh tidak asing buat beberapa pengagum komik, yaitu penjelasan waktu lalu Bruce Wayne. Bagian ini di buka dengan style khas sutradara Zack Snyder, dampak dramatis slow-motion. Melalui adegan ini, ada kesan kalau film ini lebih adalah punya Batman daripada Superman.

Film berlanjut dengan Bruce Wayne yang ada di satu adegan film Man of Steel, yang memerlihatkan pojok pandang Wayne pada pertempuran Superman. Berarti, satu adegan dramatis nampak di dua judul film tidak sama, dari perspektif tidak sama. Ini yaitu rencana superhero yang bahkan juga belum pernah disuguhi oleh Marvel Cinematic Universe.

Melihat Batman v Superman, rasa-rasanya seperti mimpi fans komik superhero sebagai fakta. Kita lihat Batman versus komik The Dark Knight Returns, yang tidak kenal ampun dalam memberantas musuh-musuhnya. Beragam peralatan dan style bertarung Batman di film ini di rasa dapat bikin beberapa pengagum berdecak terkagum. Satu diantara adegan Batmobile, mungkin akan bikin fans ketagihan untuk menontonnya lagi.

Ada juga tampilan Superman di film ini sarat dengan drama yang menyebabkan perasaan miris. Sang pahlawan yang telah berjuang menyelamatkan manusia, nyatanya banyak diprotes serta dibenci. Sesaat umat manusia yang lain malah terlalu memujanya seperti sesosok dewa bahkan juga Tuhan.

Batman v Superman Dawn of J [moviepilot.com]

Sesaat Batman diceritakan mempunyai histori 20 th. memberantas kejahatan, namun ia belum temukan arti dibalik aksinya menumpas beberapa pelaku kriminil. Hal itu karena perjuangannya yang senantiasa diwarnai oleh beberapa hal memilukan.

Setelah itu, mari kita ulas kesesuaian pada judul dengan alur narasi film ini. Batman v Superman. Mendengar namanya, kita seakan akan diberikan suguhan berbentuk pertempuran epik pada dua superhero popular diatas Bumi ini.

Di selama narasi, pertarungan pada keduanya dilandasi oleh argumen yang merasa cukup klise. Tanpa ada punya maksud spoiler, argumen itu malah menyebabkan kesan kalau amarah dari semasing pihak kurang tergambarkan dengan optimal. Untungnya, hal itu sekalipun tak kurangi kelebihan mereka sebagai sosok superhero.

Superman tak suka pada langkah Batman menghukum kriminil. Dan kebencian Batman bersumber pada langkah bertarung Superman yang berkesan semaunya.

Tetapi bagaimana dengan klimaks dalam pertempuran keduanya? Banyak yang mengharapkan konflik pada Batman serta Superman selesai dengan begitu menggigit. Sehabis disaksikan, mesti disadari kalau amarah dari ke-2 superhero yang merasa minim ini punya potensi bikin beberapa pemirsa yang bukanlah fans komik ini cuma dapat mengerutkan dahi.

Batman v Superman : Dawn of Justice mempunyai kelebihan berbentuk drama dari semasing superhero waktu mereka tak berkostum. Walau demikian, konsentrasi drama terpecah. Agenda semasing tiap-tiap pembawaan diungkap sangat lama, serta hubungan yang selanjutnya malah kurang menguatkan klimaks film.

Diluar itu, kita juga miliki drama dari segi antagonis, Lex Luthor (Jesse Eisenberg). Hubungan dengan Senator Finch serta antek-anteknya bisa disebut cukup unik. Ciri-ciri Lois Lane sebagai jurnalis tangguh juga terlihat kuat. Cuma saja Lois Lane masih
juga masih tetap rekat dengan peran ‘tradisionalnya’ yang merasa telah usang serta ketinggal jaman, yakni sosok wanita yang perlu berulang-kali diselamatkan Superman. Satu hal yang juga disayangkan, yaitu akting Amy Adams yang merasa kurang optimal

Terkecuali Batman serta Superman, Wonder Woman bertindak utama dalam memberi daya tarik baru. Disini aktris pemeran Wonder Woman, Gal Gadot, berhasil memberi kesan misterius pada karakternya yang bernama asli Diana Prince.

Butuh diingat kembali, film ini dijanjikan akan berikan sedikit rujukan superhero lain yang nanti dikumpulkan kedalam film Justice League. Sesudah menontonnya, memanglah sebagian adegan superhero lain dipertunjukkan dengan footage bergaya The Avengers. Style post-credit ending ala Marvel tidak ada samasekali. Rujukan Justice League cuma di sampaikan melalui dialog.

Seperti dikatakan Lex Luthor dalam trailer, film tersebut dijanjikan sebagai, ” the greatest gladiator match in the history of the world. ” Walau demikian, seperti dapat diliat dalam trailer, Batman v Superman sebenarnya selesai sebagai persahabatan pada dua peserta gladiator ini. Lantaran nyatanya, ada satu hal yang dapat mencapai hati nurani semasing.

Lalu bagaimana dengan monster Doomsday yang dapat diliat di trailer? Peristiwa kehadirannya mungkin jadi yang paling seru dalam film ini. Wonder Woman turut beraksi melawannya, hingga kita dapat melihat cikal akan adegan Justice League yang bikin beberapa penggemar komik meloncat-loncat kegirangan.

Walau demikian, Batman v Superman : Dawn of Justice lebih menyorot kedalam adegan drama semasing pembawaan dengan khas Watchmen yang juga disutradarai Zack Snyder. Hingga, jumlah action yang seakan dijanjikan melalui judulnya tidaklah terlalu banyak.

Sebagai film superhero, Batman v Superman : Dawn of Juicetice tidaklah terlalu mengecewakan beberapa pengagum film superhero dan penyesuaian komik. Walau demikian, pemirsa umum mungkin saja akan mempunyai komentar sebaliknya.

Bila mau memperlihatkan penjelasan diatas, lihat saja Batman v Superman : Dawn of Justice. Yang pantas dicatat, film ini lebih pas dilihat buat pemirsa berumur usia remaja serta dewasa. Janganlah mengajak anak-anak, atau mereka bakal kebingungan sesudah menyaksikan filmnya.

Bagikan di Facebook Batman v SupermanZack Snyder