Berita Hari Ini : Korban Anak-Anak Prostitusi Gay Bertambah, Mucikari Ternyata tak Cuma Main di Bogor

Berita Hari Ini : Korban Anak-Anak Prostitusi Gay Bertambah, Mucikari Ternyata tak Cuma Main di Bogor

TREN.CO.ID, JAKARTA – Bareskrim Mabes Polri memastikan terjadi penambahan korban dalam kasus penjualan anak-anak oleh AR kepada komunitas gay. AR (41) adalah pelaku penjualan anak ke komunitas gay.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Agung Setya mengatakan hingga saat ini total korban menjadi 148 orang. Penambahan korban berdasarkan pendalaman dan bukti yang diperoleh penyidik.

“Kita terus melakukan pendalaman pada data ini,” kata Brigjen Agung di Mabes Polri, Jakarta, Senin (5/9/2016).

Dia menjelaskan tindaklanjutnya mereka akan mengidentifikasi keterangan dari para korban.

“Karena korban itu tidak hanya di Bogor tapi juga ada di tempat lain seperti di Jakarta dan Bandung juga ada,” jelas Brigjen Agung.

Sekarang ini Polri tengan melakukan kerjasama pihak terkait seperti Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan psikolog. Hal itu untuk memberikan perlindungan kepada korban.

Untuk ketujuh korban lanjut Brigjen Agung masih di tempatkan di rumah aman milik Kementerian Sosial.

“Mekanisme di rumah singgah untuk menjaga anak-anak tetap sekolah,” pungkasnya.

Aktivitas AR menjual anak-anak di bawah umur ke pria gay sudah berlangsung selama satu tahun terakhir. AR sendiri disebut sudah berkeluarga, namun juga sebagai penyuka sesama jenis.

Tim dari Mabes Polri mengungkap jaringan pelacuran anak lelaki untuk kaum gay pada Selasa malam kemarin (30/8/2016).

AR diciduk dari sebuah hotel di kawasan Cipayung, Puncak, Jawa Barat. Mabes Polri juga mengamankan empat orang anak di bawah umur yang menjadi pekerja seks anak untuk kaum gay.

Dalam operasinya, pelaku menggunakan social media seperti Facebook dan Twitter untuk menawarkan anak-anak itu ke pria gay.

(rus/sta/tren)