Berita Hari Ini : Patahkan Info Saksi Ali Jessica, Puslabfor Uji Coba Sianida di Cafe Olivier

Berita Hari Ini : Patahkan Info Saksi Ali Jessica, Puslabfor Uji Coba Sianida di Cafe Olivier

Berita Hari Ini : Patahkan Keterangan Saksi Ali Jessica, Puslabfor Uji Coba Sianida di Cafe Olivier

TREN.CO.ID, JAKARTA – Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat kembali menggelar sidang lanjutan yang ke-25 kasus kematian I Waya Mirna Salihin. Kendati telah masuk ranah pengadilan, Tim Pusat Laboratorium Forensik Bareskrim Polri bersama dengan ahli toksikologi forensik I Made Agus Gelgel Wirasuta melakukan uji coba kembali di Cafe Olivier, Jakarta Pusat.

Dalam uji coba itu, tim Puslabfor yang dipimpin Kombes Nursamran menyiapkan dua gelas kopi vietnam. Dari dua gelas itu, satu di antaranya langsung dituangkan sianida berbentuk serbuk. Setelah dicampurkan dan diaduk, salah satu kopi langsung bereaksi dan berubah warna menjadi lebih kehijauan.

“Tujuan percobaan kita berikan pembelajaran ke masyarakat. Bahwa percobaan yang kita berikan ini adalah fakta dimana korban meminum kopi yang sudah bercampur sianida,” jelas Ahli toksikologi forensik Gelgel di Kafe Olivier, Jakarta, Kamis (22/9/2016).

Lebih lanjut, percobaan ini kata dia sekaligus membantah keterangan saksi ahli dari terdakwa Jessica Kumala Wongso, Dr Budiawan. Dimana sidang beberapa waktu lalu, ahli toksikolog kimia dari Universitas Indonesia itu menyebut orang yang berada di dekat Mirna akan mengalami pusing ketika mencium aroma sianida yang dilarutkan ke dalam kopi Vietnam.

“Silakan menilai secara logis. Jika dibandingkan, ada perbedaan ahli yang ditampilkan Jessica dan Jaksa Penuntut Umum (JPU),” kata Gelgel.

Gelgel mengatakan saat dicampurkan bubuk Sianida ke dalam kopi, tidak timbul reaksi bau yang menyengat. Apalagi sampai membuat orang sekitar mengalami pusing saat mencium aroma sianida.

“Kondisi ini menghambat penguapan yang mengakibatkan keracunan bila dihirup,” ujarnya.

Reaksi semacam itu sambungnya hanya terjadi bilamana Sianida dicampurkan ke dalam air bersuhu tinggi. Dirinya pun sudah pernah mencoba saat membantu penyidik Direktorat Reskrimum Polda Metro Jaya melakukan rekonstruksi.

“Kami tidak perlu mencoba itu saat ini. Pada saat rekonstruksi, sudah kami coba. Nah itu dia, kami semua mengalami pusing,” ujarnya.

Sementara Kombes Nursamran Subandi menduga Sianida yang dituangkan tersangka pembunuh Mirna ke dalam es kopi Vietnam berbentuk padat.

Menurutnya, racun yang dimasukan di kopi Mirna bukanlah Sianida murni. Tapi yang mudah didapatkan di pasaran.

“Kita juga buktikan bahwa itu natrium sianida. Jadi semua ini kita upayakan kondisi waktu kejadian,” ujarnya.

(yud/tren)