Berita Hari Ini : Suhardi Duka Belum Diperiksa, Mabes Polri: Lagi Kumpulkan Alat Bukti

Berita Hari Ini : Suhardi Duka Belum Diperiksa, Mabes Polri: Lagi Kumpulkan Alat Bukti

Berita Hari Ini : Suhardi Duka Belum Diperiksa, Mabes Polri: Lagi Kumpulkan Alat Bukti

TREN.CO.ID, JAKARTA – Mantan Bupati Mamuju yang mencalonkan sebagai Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi Duka (SDK) dilaporkan ke Polda Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) terkait kasus dugaan penyerobotan lahan, penyalahgunaan wewenang dan pemalsuan surat.

Suhardi Duka dilaporkan oleh warga bernama Arianto Rahman pada Mei 2016 lalu. Namun sampai saat ini Suhardi belum juga diperiksa oleh penyidik. Lalu bagaimana tanggapan Mabes Polri mengenai hal kasus ini?

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Boy Rafli mengatakan, laporan Arianto Rahman akan tetap diproses. Saat ini, penyidik Polda Sulselbar sedang mengumpukan alat bukti.

“Lagi berproses pengumpulan alat buktinya,” kata Boy ketika dikonfirmasi Pojoksatu, Jumat (9/9/2016).

Seperti diberitakan sebelumnya, pelapor Arianto Rahman melaporkan Suhardi karena menyerobot tanah miliknya seluas 10.000 meter persegi. Tanah tersebut dijadikan lokasi eksplorasi minyak dan gas.

BACA: Suhardi Duka Abaikan Perintah Presiden Jokowi

Arianto menceritakan kronologi penyerobotan tanah miliknya. Warga Dusun Simbar, Desa Tommo, Kecamatan Tommo, Kabupaten Mamuju itu mengatakan, pada tahun 2009, investor asing, Tately Budong – Budong N.V. mengajukan surat permohonan izin pengeboran Sumur Eksplorasi minyak dan Gas ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Kementerian ESDM lantas menyetujui permohonan itu dengan menerbitkan Surat Persetujuan Dokumen UKL-UPL Pemboran Eksplorasi LG-1 dan KD-1 (gas dan minyak) di Kabupaten Mamuju dan Mamuju Utara. Dalam surat tersebut, dicantumkan lokasi eksplorasi.

Surat tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan terbitnya Surat Rekomendasi dari Gubernur Sulawesi Barat Nomor 007/1946/VII/2009.