Berita Terbaru Hari Ini : Penculikan Mahasiswa Kedokteran Unsoed Terkait Kasus Penabrakan?

Berita Terbaru Hari Ini : Penculikan Mahasiswa Kedokteran Unsoed Terkait Kasus Penabrakan?

Berita Terbaru Hari Ini : Penculikan Mahasiswa Kedokteran Unsoed Terkait Kasus Penabrakan?

TREN.CO.ID, PURWOKERTO – Setelah insiden penculikan Sofia Nur Atalina, mahasiswi kedokteran Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) pada Rabu sore (7/9) di dekat kampusnya, beredar kabar melalui broadcast bahwa penculikan tersebut terkait insiden tabrakan.

Sofie disebut pernah menabrak seseorang dan diminta memberi ganti rugi Rp60 juta. Para pelaku yang jumlahnya empat orang juga disebut orang suruhan pihak korban yang ditabrak. Para pelaku telah menghubungi orang tua Sofia.

Saat dikonformasi, Kapolres Banyumas AKBP Gidion Arif Setyawan mengaku sudah mendapat laporan mengenai kejadian itu. Polisi pun langsung bergerak menyelidikinya.

“Saat ini kita sedang melakukan penyelidikan. Mohon doanya agar korban bisa segera ditemukan,” katanya Rabu malam (7/9).

Ia belum bisa menjelaskan penyebab penculikan. Namun ia mengakui bahwa kabar yang bererdar melalui broadcast memang ada. “Tetapi informasi beredar seperti itu,” katanya.

Selain itu, Andi mengakui jika ada keluarga korban yang sempat berkomunikasi dengan Sofia melalui saluran telepon.

“Kami belum tahu apa yang mereka bicarakan,” tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, Mahasiswa di Fakultas Kedokteran Unsoed itu diculik saat sedang memfotokopi materi kuliah di dekat kampusnya Rabu (7/9) sekitar pukul 15.20.

Atalina dibekap dan dibawa kabur orang-orang tak dikenal yang turun dari mobil pikap berwarna hitam. Saksi melihat mobil penculik tampak terparkir di belakang mobil Honda Brio bernomor polisi R 9243 BK milik Atalina.

Kabar penculikan ini dengan cepat tersebar di berbagai media sosial. Saat diculik, Atalina mengenakan kemeja kotak-kotak cokelat, rok, dan kerudung berwarna coklat.

Kapolres Banyumas AKBP Gidion Arif Setyawan mengaku sudah mendapat laporan mengenai kejadian itu. Polisi pun langsung bergerak menyelidikinya.
“Saat ini kita sedang melakukan penyelidikan. Mohon doanya agar korban bisa segera ditemukan,” katanya.

(ril/tren)