Berita Terbaru : Membongkar Rahasia Berpikir Mega serta Cara Mengalahkan Ahok-Djarot di Pilgub DKI 2017

Berita Terbaru : Membongkar Rahasia Berpikir Mega serta Cara Mengalahkan Ahok-Djarot di Pilgub DKI 2017

Berita Terbaru : Membongkar Rahasia Berpikir Mega dan Cara Mengalahkan Ahok-Djarot di Pilgub DKI 2017

TREN.CO.ID, JAKARTA – Ketua Umum PDIP  Megawati Soekarnoputri dinilai cukup matang memutuskan untuk mengusung Ahok-Djarot dalam kancah Pilgub DKI Jakarta 2017.

Megawati dinilai tidak berpikir secara lokal dalam memutuskan Ahok-Djarot untuk maju. Mega mempertimbangkan potensi suara PDIP secara keseluruhan terutama di Pulau Jawa untuk kekuasaan pada Pilpres 2019 mendatang.

Bagaimana logikanya?

Pengamat politik dari Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima), Ray Rangkuti menilai, elektabilitas Ahok sejauh ini masih mumpuni di Jakarta.

Mega juga tentu tidak ingin bertaruh dengan memasang Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, yang sangat populer di Jakarta. Konsekuensi memindahkan Risma ke Jakarta adalah anjloknya suara raihan PDIP di Jawa Timur.

Langkah strategis inilah yang diyakini Ray adalah demi kepentingan PDIP yang lebih besar pada pemilu 2019. PDIP berpotensi menguasai hampir 50 persen suara di Pulau Jawa.

“PDIP nantinya bisa menguasai empat provinsi di Jawa. Yakni Jakarta, Jatim, Jateng dan Banten,” ujar Ray di Jakarta, Rabu, (21/9/2016).

Ray melihat, PDIP benar-benar berpikir kepartaian dan berorientasi pada kekuasaan dengan memilih langkah strategis ini.

“Cara berpikir partai itu selalu ada kaitannya pemilu lokal dan pemilu nasional. Skenario PDIP ini akan membuat mereka makin kuat,” ujarnya.

Namun, kendati Ahok begitu kuat, ditambah lagi didukung PDIP di Jakarta, Ray melihat masih ada celah untuk mengalahkan pasangan Ahok-Djarot di Pilkada DKI 2017, yakni dengan cara memaksakan Pilkada dua putaran. Syaratnya, ada tiga calon yang bertanding.

“Paksakan agar Ahok jangan menang 50+1, biar ada putaran kedua. Nanti pasangan lawan bergabung melawan Ahok di putaran kedua. Kalau begitu masih ada kemungkinan mengalahkan Ahok,” papar Ray.

(ald/sta/tren)