Berita Terkini : Aa Gatot Brajamusti Perkosa 5 Cewek setelah Konsumsi Makanan Malaikat?

Berita Terkini : Aa Gatot Brajamusti Perkosa 5 Cewek setelah Konsumsi Makanan Malaikat?

TREN.CO.ID, JAKARTA – Aa Gatot Brajamusti dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas tuduhan pemerkosaan. Guru spiritual artis Reza Artamevia itu diduga memperkosa 5 cewek bersamaan setelah mengkonsumsi narkoba jenis sabu.

Salah seorang wanita yang mengaku korban perkosaan Aa Gatot bernama Citra (26) mengatakan, mereka diperkosa bersamaan setelah mengkonsumsi aspat. Aa Gatot menyebut aspat yang mereka konsumsi merupakan makanan malaikat. Kadang juga menyebutnya sebagai makanan jin.

Citra baru mengetahui bahwa aspat yang selama ini dia konsumsi adalah narkoba jenis sabu setelah Aa Gatot ditangkap di Hotel Golden Tulip, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), beberapa waktu lalu.

BACA JUGA:

Korban Perkosaan Aa Gatot Klaim Punya Anak , Pernah Dipaksa Gugurkan Kandungan

Aa Gatot Brajamusti Perkosa Citra Sejak Usia 16 Tahun, Lapor ke Polda Metro Jaya

Menurut Citra, saat dirinya masih berada di Padepokan Aa Gatot Brajamusti di Sukabumi, Jawa Barat, ia menyakini bahwa apa yang dihisapnya adalah makanan jin atau malaikat.

“Setelah aku tahu dia penyalahguna narkoba, aku mulai yakin gitu dia menyimang. Pas positif narkoba, oh berarti selama ini berarti Lu (Gatot) menyimpang juga seksualnya dengan semua cerita dengan alasan dia,” ujar Citra usai melaporkan Aa Gatot di Polda Metro Jaya, Kamis malam (8/9/2016).

Citra didampingi kuasa hukumnya memberikan keterangan pers usai melaporkan Aa Gatot ke Polda Metro Jaya. Foto Yudha/tren

Kuasa hukum Citra,  Rhony Sapulette mengatakan, Aa Gatot memperkosa kliennya berulang-ulang dari tahun 2007 hingga tahun 2011. Modus yang dilakukan terlapor yaitu disuruh mengkosumsi aspat.

“Ini tidak manusiawi, tekanan narkoba berupa sabu, ekstasi dan sabu dilakukan terus menerus, dirinya banyak menelan sabu. Dilakukan di Padepokan, kendaraan dan Jakarta,” ujar Rhony.

Rhony menambahkan, kliennya melaporkan Aa Gatot dengan Pasal 285 KUHP dan Pasal 286 KUHP tentang kekerasan atau ancaman kekerasan dan memaksa perempuan yang bukan istrinya untuk bersetubuh. Ancaman hukumannya 12 tahun penjara.

(yud/tren)