Berita Terkini : Kenapa Bukan?Ibas, namun Agus yang Dipilih Demokrat?

Berita Terkini : Kenapa Bukan?Ibas, namun Agus yang Dipilih Demokrat?

Berita Terkini : Kenapa Bukan Ibas, tapi Agus yang Dipilih Demokrat?

TREN.CO.ID, JAKARTA – Koalisi Cikeas memiliki pertimbangan tersendiri memilih Agus Harimurti ketimbang Edhi Baskoro alias Ibas untuk menjadi calon gubernur DKI Jakarta. Setidaknya, ada tiga alasan yang berhasil ditangkap Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya.

Pertama, koalisi Cikeas memilih Agus karena dia bukan kader Demokrat. PPP, PKB, dan PAN lebih bisa menerima sosok Agus daripada Ibas yang merupakan kader Demokrat.

Jika kemudian dimajukan Ibas, dia hanya mewakili partai berlambang mercy itu. “Agus mewakili nama besar Yudhoyono (Susilo Bambang Yudhoyono) tapi bukan mewakili Partai Demokrat. Partai lainnya menerima sosok yang dianggap lebih netral bukan mewakili satu partai,” tuturnya saat dihubungi JawaPos.com, Minggu (25/9).

Kedua, Agus dipilih dari sisi sosok ketentaraan. Spekulasinya, pria yang nyatanya tahun depan naik pangkat menjadi Letnan Kolonel itu merepresentasikan perwira muda yang memiliki prestasi baik. Lagipula, kata Yunarto, delapan dari enam belas gubernur DKI adalah tentara.

“Ini bisa jadi argumentasi yang lebih baik untuk bisa dikedepankan,” sebut dia.

Ketiga, meskipun sama-sama putra SBY, Agus lebih senior dan berpengalaman ketimbang Ibas. Walaupun, pengalaman itu tidak pada bidang politik.

“Tapi mungkin, kepemimpinan, pelatihan-pelatihan pendidikan yang dimiliki Agus lebih banyak dibanding Ibas,” tegas Yunarto.

Ketiga, variable semuanya menunjukkan dengan mudah untuk menjustifikasi kenapa koalisi Cikeas memilih Agus bukan Ibas.

Soal masa depan Ibas, Yunarto memastikan dia tetap berada di partai yang saat ini dipimpin ayahnya, SBY. Namun, bagaimana nasibnya kelak andaikata Agus memang menjadi ketua umum Demokrat, menurut Yunarto masih terlalu jauh untuk diprediksi.

“Kejauhan kalau bicara itu (Agus jadi ketum Demokrat). Dia baru cagub, belum tau sejauh apa nanti di Demokrat,” pungkas Yunarto.

(dna/JPG)