Curhat

Curhat

 

CUMA Curhat Masalah Agama

Diasuh oleh : Ustadzah Rohana Lc

TEMA :

BOLEH DEKETIN TEMEN CEWEK, NGGAK ?

MINTA RESEP ISTIQOMAH

KESEL DISURUH PAKE ROK

GAK PEDE KARENA PENDEK

DUH, HUTANGKU SETOPLES MADU

PENGEN BERJILBAB TAPI NGERASA BELUM PANTAS

BOLEH DEKETIN TEMEN CEWEK, NGGAK ?

Ustadzah Yang Baik, Saya seorang remaja pria, mahasiswa publisistik di Depok. Ada masalah yang membingungkanku. Begini, aku tuh pengen jadi penulis cerpen yang handal – khususnya yang menggambarkan dunia remaja. Nah, aku kan harus banyak bergaul ama temen-temen wanita biar bisa menggambarkan kehidupan mereka. Gimana ya cara bergaul yang Islami biar aku tuh nggak keterusan deket-deket ama temen-temen yang cewek. Didin K. Kranggan-Jati Sampurna, Bekasi Din, saya ikut mendoakan semoga kamu sukses menjadi penulis. Tapi ada yang harus diingat, cara mengenal dunia remaja tidak harus deket-deket ama sohib wanita. Kamu bisa lho menyelami dunia remaja putri lewat buku yang relevan, berdialog dengan adik atau keponakan yang perempuan. Selain mereka ada juga narasumber yang tak boleh diabaikan. Misalnya, tante dan ibumu. Mereka tuh sudah banyak mengalami asam garam kehidupan dan telah melewati dari masa remaja dengan sebaik-baiknya. Namun, jika kamu harus bergaul & berinteraksi dengan teman-teman wanita, ada adab Islam mengenai hal ini: a. dapat menjaga pandangan; b. tidak berdua-duaan (berkhalwat) seperti orang berpacaran; c. berbicara seperlunya (seputar hal yang bermanfaat) d. menjaga kesopanan berpakaian (sebagai lelaki muslim); e. menjaga jarak (tidak terlalu dekat). Nah, semoga kamu bisa menjadi penulis yang Islami.

KEMBALI KE ATAS

MINTA RESEP ISTIQOMAH

Ustadzah Yang Saya Hormati, Nama saya Achmad, kuliah di fakultas kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya. Sebagai mahasiswa banyak godaan yang saya temui dalam kehidupan kampus. Ada yang berkaitan dengan pergaulan muda-mudi, garis perjuangan atau arah pemikiran yang tidak Islami tapi disampaikan dengan cara yang menarik, dan lain sebagainya. Kadang bikin bingung. Untuk itu saya sangat mengharapkan saran dari Ustadzah agar saya selalu istiqomah (teguh pendirian) sebagai muslim. Achmad Fak. Kedokteran Unair- Surabaya Memang, kehidupan kampus itu penuh warna. Biasanya warna yang menarik itu ‘berbahaya’ kalo kita tidak waspada. Nah, ada pun kiat menjaga keistiqomahanmu adalah dengan memilih lingkungan pergaulan yang baik, terdiri dari: 1. lingkungan berfikir dengan cara membaca buku-buku Islami; 2. lingkungan bergaul dengan cara memilih teman-teman yang Islami serta aktif bersama mereka melakukan aktivitas yang Islami; 3. lingkungan fisik dengan cara mengikuti kegiatan ke-Islam-an seperti di masjid atau mushola kampus. Semoga dengan melaksanakan kiat-kiat di atas kamu tidak menjadi orang bingung di kampus sekalipun banyak orang yang mempengaruhimu dengan pemikirannya yang tidak Islami. Agama kita menanti kiprahmu dibidang kesehatan bagi kaum muslimin. Semoga kamu menjadi dokter muslim yang istiqomah. 

KEMBALI KE ATAS

KESEL DISURUH PAKE ROK Ustadzah yang saya sayangi, Saya punya persoalan pelik nih. Hobbyku memakai celana panjang, plus blus panjang dan kerudung. Tapi papaku memaksa kalo saya harus pake rok karena celana panjang mirip laki-laki. Apalagi sekarang papa malah maksa saya harus memakai baju jubah. Yang bikin saya kesel, kalo pake rok kaki saya sering keinjak ketika naik bus atau angkot. Sudah beberapa kali saya terjatuh saat naik angkot ketika rok saya terinjak. Oh, iya badan saya juga gemuk jadi kalo pake jubah kan kayak kelelawar padahal umurku baru 15 tahun. Saya senang celana panjang karena praktis. Bagaimana pendapat Ustadzah agar saya nggak kesel terus sama papa.

Dini  Siswa SMU Kelas I

Jakarta Utara

Dini yang manis, Berbahagialah punya papa yang penuh perhatian sama kamu. Banyak lho anak yang terlantar karena tidak diperhatikan, apalagi sampe ke model baju muslimahnya segala. Insya Allah, keinginan papamu itu keluar dari lubuk hati yang ikhlas penuh cinta kasih karena pengen anak gadisnya berkepribadian luhur. Ya, nggak? Sebagai anak yang shalihat, Dini semestinya berlapang dada dengan nasehat itu. Semoga ketaatan Dini kepada ortu akan berbuah kebahagiaan di masa mendatang. Saya sarankan celana panjang dan jubah bisa dipakai, lho. Ketika keluar rumah sebaiknya memakai rok atau blus panjang tapi dalamnya memakai celana panjang sehingga mudah naik turun kendaraan umum. Dini kan masih remaja dan udah pasti lagi segar-segarnya. Makanya nggak usah khawatir dengan perasaan mirip kelelawar kalo memakai jubah. Ingat lho, kecantikan yang sejati terletak pada keluhuran jiwa kita dalam mentaati hukum Allah.  Percayalah, Dini tetap manis memakai baju muslimah karena patuh kepada aturan Allah. 

KEMBALI KE ATAS

GAK PEDE KARENA PENDEK Ustadzah yang saya kagumi, Saya siswa kelas I SMPIT. Berhubung tinggal di asrama, banyak teman yang sering mengejek saya. Katanya saya pendek. Lama-lama saya terpengaruh juga dengan ejekan mereka. Memang temen-temen banyak yang tinggi. Malah ada yang sudah bisa menyetir mobil orangtuanya. Trus, sekarang saya membeli alat-alat peninggi badan misalnya sendal khusus dan juga alat olah raga yang kebetulan dimiliki ortu di rumah. Gimana Ustadzah. Saya sering malu kalo mereka teriak-teriak: “Hei, Andek (anak pendek).” Kayaknya pengen saya tonjok aja deh!

Setiaji Jl. Gitar Raya

BCS Vespa – Jakarta Timur

Aji yang baik hati, Allah telah menciptakan manusia dengan bentuk yang terbaik. Walaupun ada yang tinggi, pendek, hitam, putih, mancung, pesek dll tetapi dengan takdir-Nya, semua itu merupakan susunan yang serasi. Sebagai hamba yang beriman kita hendaknya menerima ketentuan-Nya. Memang bisa saja ketetapan-Nya itu berubah sesuai dengan kehendak Allah dan usaha keras dari kita. Sehingga boleh jadi jika Aji rajin berenang dan berolah raga lainnya, tubuh Aji bisa tinggi. Jadi, usahamu tetap diteruskan, ya…. Aji, penghormatan seseorang bukan dari tinggi badannya tapi dari ketinggian prestasinya. Oleh karena itu, tunjukkanlah prestasi belajarmu yang baik, niscaya orang lain akan hormat dan simpati kepada Aji. Ingat Aji, kita akan lebih pede dengan prestasi kita daripada pede dengan tinggi badan. Kepada teman-teman Aji, saya pesankan agar tidak mengejek ketetapan Allah kepada seseorang, karena bisa-bisa ejekan tersebut berarti mengejek takdir Allah. Kita berlindung kepada Allah dari sikap itu, ya….

KEMBALI KE ATAS

DUH, HUTANGKU SETOPLES MADU

Assalamu’alaikum wr.wb. Ustadzah yang baik. Saya punya satu persoalan yang cukup mengganggu. Dulu sewaktu saya masih tinggal di pesantren saya pernah sakit cukup lama. Pada suatu malam di saat sakit itu Ida ditungguin sama kakak kelas dan mereka menyuapi Ida madu satu toples. Sehabis sakit itu si empunya madu bilang kalau Ida harus bayar, terus terang saat itu Ida bilang akan membayar kalau ibu datang. Dia setuju. Namun saat ibu datang (beliau datang malam hari) Ida lupa membayar, karena kami memang tergesa-gesa mengurus kepulangan Ida. Ingatnya lagi justru setelah pindah pesantren (yang jauh pula). Ida bingung dan takut dosa. Ketika Ida menghubungi pesantren lama ternyata dia sudah pindah. Setelah kurang lebih tiga tahun tanpa informasi Ida mencoba kirim surat ke rumahnya tetapi tidak juga dapat balasan. Jadi bagaimana solusi terbaik yang bisa Ida lakukan. Terus terang Ida sangat takut sebab ini menyangkut soal dosa kalau sampai nanti hutang madu itu tidak Ida bayar. Atas jawaban Ustadzah Ida ucapkan terima kasih. Wassalam

I. Hida Y. Ponpes Gontor Putri

Jatim 63257

Hilda yang baik hati Persoalan hutang memang kadang membuat resah ya, apalagi kalau tidak terselesaikan sampai bertahun-tahun begitu. Ya, bagaimanapun juga hutang memang sesuatu yang harus dibayar. Untuk persoalan Ida saya pertama-tama menganjurkan agar Ida berusaha mencoba sekali lagi mencari tahu dimana alamat pemilik madu tersebut. Misalnya saja kamu kirim surat atau menelepon teman-teman dekat kakak kelas kamu itu. Siapa tahu mereka bisa memberi informasi alamat atau nomor telepon pemilik madu. Atau kamu juga bisa memeriksa ulang alamat yang terakhir kamu ketahui dan mencoba mengirim surat kembali. Siapa tahu pula kali ini ada balasan. Namun kalau Ida sudah berusaha semaksimal mungkin tapi ternyata tidak juga bisa menemukan kakak kelas itu maka saya menganjurkan agar Ida menginfaqkan uang seharga madu itu atas nama kakak kelas tadi.  Tapi kalau suatu saat kamu ketemu juga dengan dia, sebaiknya Ida bayarkan juga hutang itu, kecuali kalau ternyata dia sudah merelakannya. Sebelum membayar ada baiknya kamu ceritakan dulu kronologis pembayaran itu sehingga boleh jadi ia menganggapnya sudah lunas. Wallahu’alam bishowab.

KEMBALI KE ATAS

PENGEN BERJILBAB, TAPI MERASA BELUM PANTAS

Assalamu’alaikum wr wb. Ustadzah, langsung aja, ya…Aldila minta saran nih. Insya Allah, Dila akan memakai jilbab, kelas II SMA. Maka dari itu saya pengen diberi tips. Soalnya, kadang-kadang temen-temen gaul saya macem-macem gayanya. Udah gitu, tingkah laku Dila kayaknya masih nggak pantas pakai jilbab. Biar niat udah bulat, tapi pas kalo ketemu temen-temen saya jadi lupa. Kadang Dila bingung apakah saya mampu atau enggak nih. Saya ingin memiliki hati dan niat yang bersih agar mampu menjadi muslimah shalehah.  Semoga Allah membalas kebaikan Ustadzah. Amiin.

Aldila N.I
Jakarta Selatan.

Aldila yang manis Pertama saya ikut mendoakan niat baik Aldila untuk memakai jilbab. Semoga Allah menguatkan, memantapkan dan memberi kemudahan untuk mewujudkan niat baik tersebut. Dila, pikiran bahwa tingkah laku kamu saat ini membuatmu belum pantas pakai jilbab sebenarnya dapat hilang saat Dila memahami hakekat kewajiban memakai jilbab bagi seorang muslimah. Untuk itu saya anjurkan Dila jangan segan-segan berdiskusi dengan orang yang paham tentang jilbab. Kamu juga bisa mencoba membaca buku-buku atau tulisan-tulisan mengenai jilbab yang banyak sekali tersedia. Dengan begitu Dila insya Allah dapat memakai jilbab dengan keyakinan yang mantap dan istiqomah (teguh pendirian) Kalau mengenai tips memakai jilbab, saya bisa mengemukakan beberapa poin. Diantaranya: a. Mantapkan niat dengan ikhlas karena Allah semata. b. Pahami hakekat jilbab, hukumnya, tujuannya juga hikmah-hikmahnya. c. Pakai jilbab dengan penuh percaya diri dengan meyakini bahwa inilah pakaian terbaik bagi muslimah. d. Banyak-banyak bergaul dengan orang-orang shalih sehingga kita selalu dapat menjaga kesinambungan amal shalih pula. e. Rajin juga membaca buku-buku tentang Islam untuk lebih menyempurnakan keislaman kepribadian kamu. Selamat berjilbab ya…wassalam.

KEMBALI KE ATAS