Dianggap Tidak Dapat Keadilan, Ahmed “Clock Boy” Minta Ganti Rugi Rp 204 Milliar

Dianggap Tidak Dapat Keadilan, Ahmed “Clock Boy” Minta Ganti Rugi Rp 204 Milliar

Dianggap Tidak Dapat Keadilan, Ahmed “Clock Boy” Minta Ganti Rugi Rp 204 Milliar

Tren.co.id – Ahmed Mohamed, anak berumur 14 tahun yang dipenjara karena merakit jam digital pada bulan September lalu akhirnya menjadi selebritis secara mendadak.

Ahmed bertemu dengan beberapa petinggi perusahaan teknologi, mendapatkan beasiswa, memperoleh undangan dari Presiden Barrack Obama, dan dinobatkan sebagai “30 remaja paling berpengaruh 2015” oleh majalah Time.

Setelah kesialan yang dia peroleh berbuah keberuntungan, ternyata Ahmed belum lupa dengan ketidak adilan yang dirasakannya dari sekolah dan kota tempat tinggalnya.

Berdasarkan laporan CNET, Rabu (25/11/2015) , Ahmed menuntut ganti rugi sebesar 5 juta dollar AS atau Rp 68 milliar kepada pihak sekolahnya.

Selain itu, Ahmed juga menuntut kota tempat tinggalnya yaitu Irving, Texas, AS, sebanyak 10 juta dollar AS atau Rp 136 miliar.

Apabila dihitung, total tuntungan Ahmed mencapai 15 juta dollar AS atau Rp 204 miliar.

Menurut kuasa hukumnya, Ahmed menderita trauma psikologis karena perlakuan tidak adil dan nominal tersebut setara dengan kerugian yang dialami Ahmed.

Pada surat yang dikirim ke pemerintah kota Irving tertulis bahwa Ahmed menerima sangat banyak e-mail yang berisi ancaman yang membuatnya ketakutan.

Di surat itu juga tertulis, semua pihak harus membayar ganti rugi sekaligus meminta maaf dalam kurun waktu 60 hari setelah penerimaan surat. Apabila tidak dipenuhi, maka Ahmed melalui kuasa hukumnya akan menuntut ke pengadilan.

Saat ini Ahmed dan keluarganya berada di Qatar. Ahmed mendapatkan beasiswa dari “Foundation for Education, Science and Community”.