GMT Palembang Tertutup Asap Pabrik Pusri, Turis & Masyarakat Langsung Kecewa

GMT Palembang Tertutup Asap Pabrik Pusri, Turis & Masyarakat Langsung Kecewa

Momen GMT di Palembang, Sumber : tribunnews

Tren.co.id – Palembang salah satu kota yang mengalami gerhana matahari total (GMT). Fenomena alam ini tentu saja menjadi sorotan masyarakat Palembang, bahkan turis mancanegara berbondong-bondong datang ke kota empek-empek untuk melihat fenomena alam tersebut.

Namun, ketika waktu yang ditunggu-tunggu tiba ribuan masyarakat dan turis dibuat sangat kecewa karena tidak dapat mengamati proses gerhana matahari dengan optimal. Banyak yang mengatakan bahwa gerhana tertutup awan, namun dilain pihak menyangkal bahwa itu semua karena kabut asap PT Pupuk Sriwijaya (Pusri).

Menurut informasi yang kami kutip dari laman Sriwijaya Post, Pusri mengaku bahwa mereka masih beroperasi saat GMT terjadi. Namun mereka menyangkal bahwa asap pabrik yang menjadi penyebab GMT tertutup.

Sangkal Manager Humas PT Pupuk Sriwijaya (Pusri), Sulfa Ganie, mengungkapkan bahwa faktanya Pusri tidak pernah menghasilkan asap. Sebenarnya yang mengepul tersebut bukan asap namun uap atau steam.

Ia menambahkan bahwa benar saat momen GMT berlangsung, pabrik masih beroperasi maksimal bahkan pada saat bersamaan karyawan juga mengabadikan momen tersebut sambil memantau proses kinerja pabrik.

Walaupun pihak Pusri membantah hal tersebut, namun tetap saja masyarakat sangat kecewa dengan adanya asap dari teropong pabrik yang terlihat hitam mengepul. Padahal, saat itu cuaca sangat cerah.

Kesal dengan kejadian tersebut, beberapa pengunjung langsung berteriak dengan kata sindiran dan cacian terhadap perusahaan pupuk tersebut. Bahkan, petugas Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan kepada masyarakat menggunakan pengeras suara bahwa proses GMT tidak optimal karena tertutup asap.

Laman Merdeka memberikan pernyataan bahwa ada seorang turis yang sangat kecewa dan menyesal datang ke Palembang, turis tersebut bernama Viktor Matz, asal Australia.

“Awalnya saya ingin datang ke Bangka Belitung untuk menyaksikan GMT, saya sangat menyesal datang ke sini. GMT nya tidak dapat terlihat maksimal,” ujarnya.

“Semestinya pemerintah di sini melakukan upaya untuk mencegah asap tersebut. Apalagi, lokasi pabrik kan berdekatan dengan arah terbitnya matahari.”