Ilmuwan Temukan Kehidupan Habis Kematian | Tren.co.id

Ilmuwan Temukan Kehidupan Habis Kematian | Tren.co.id

Tren.co.id – Seorang ilmuwan menciptakan terobosan dalam membuktikan life after death alias kehidupan usai kematian dengan menemukan gen yang ada untuk menghidupkan lagi binatang yang telah mati. Penelitian terbaru membuktikan bahwa gen tertentu ada lagi dalah kehidupan usai kematian. Para ahli sudah melakukan analis terhadap gen dan berharap untuk memanfaatkannya supaya akurat mengungkap waktu kematian beserta pemicunya.

Selama hidup, DNA manusia dipantau senyawa mRNA yang fungsinya menerjemakan informasi genetic, bagaimana mengkodekan protein. Tingkat mRNA dinilai benar-benar mengalami penurunan setelah kematian. Tetapi menggunakan analis kadar senyawa di otak dan hati tikus beserta zebrafish usai kematian mereka, Para ilmuwan mendapatkan adanya kenaikan kadar mRNA dalam gen tertentu.

Dari 36.811 gen zebrafish, mereka mendapati ada 548 gen daoat hidup lagi. Semaentara dari 37.368 gen tikus, 515 kembali lagi. Tetapi berdasarkan penelitian yang diterbitkan BioRxiv, seluruhnya balik lagi di waktu beda. Dengan melakukan analis tingkat mRNA, para ilmuwan bisa bekerja terbalik dan akurat mengatakan kapan hewan sudah meninggal, seperti yang dikutip dari Express.

‘’ Mulanya kami berpikir, kematian mendadak vertebrata bakal dianalogikan mengendarau mobil di jalan raya dan habis gas. Dalam waktu singkat, mesin piston bakal bergerak ke atas dan bawah beserta busi bakal mengakibatkan. Tetapi akhirnya mobil bakal terhenti dan mati. Namun di penelitian ino, kami mendapatkan ratusan gen postmortem regulasi berjam-jam dengan beberapa hari melakukan regulasi usai matinya organism, ‘’ tulis peneliti

Lebih jelas mereka menulis penemuan mengejutkan ini lantaran di analogi mobil digambarkan, salah satunya tak ada jendela wiper sontak hidup dan klakson bunyi usai beberapa hari habis gas. Lantaran gen postmortem regulasinya dinaikkan baik dalam ikan dan tikus di penelitian mereka, wajar dalam menunjukkannya, eukariota multiseluler yang lain bakal menunjukkan fenomena yang serupa.