Joger Inspirator Para Pebisnis Berjiwa Sosial | Tren.co.id

Joger Inspirator Para Pebisnis Berjiwa Sosial | Tren.co.id

Kalian tahu kaus joger? Tau dong pastinya. Kaos dengan bahan yang enak dipakai sehari-hari dan juga kata-kata nyeleneh yang menghiasi belakang, depan, dan juga samping baju, tentu sangat menarik sekali untuk dipakai. Dan menjadi ciri khas tersendiri jika sepulang dari Bali. Belum lagi Jogger pun mempunyai kios yang tidak jauh dari bandara, sehingga memudahkan para turis lokal maupun mancanegara untuk membeli oleh-oleh khas Bali ini.

Tapi tahukah kamu, ternyata pencipta kaos jogger memiliki kisah yang sangat inspiratif terkait dengan produk Joggernya sendiri.

Bermula dari salah seorang pebisnis online yang melihat peluang bisnis dari kaus jogger, pebisnis online inipun lalu memasarkan kaus jogger keluar dari pulau bali dengan mengirimkan via Jne ataupun Pos. Dan seperti prakiraan, kaus jogger ini pun ternyata sangat laku dipasaran. Omset pun tembus hingga puluhan juta perbulan.

Ternyata, pebisnis online ini sudah diintai dari lama oleh Jogger sendiri dengan meminta bantuan polisi setempat karena memasarkan produk jogger keluar dari Bali, karena itu melanggar peraturan Jogger serta hak ciptanya.

Pebisnis inipun lalu digelandang ke rumah ‘Jogger’ bukan ke kantor polisi. Dari situ Jogger menjelaskan, kalau produk Jogger, khusus hanya boleh dibeli di Bali. Tidak untuk diperjual secara online ataupun diperjual belikan di luar Bali. Secara garis besar produk Jogger hanya boleh dibeli di Bali.

Mengapa? Mungkin bisa saja jika Jogger memasarkan produknya keseluruh dunia dan membuka outlet-outlet diluar Bali dan menjadi kaya-raya. Tetapi, hal itu tidak sesuai dengan jiwa sosial Jogger, niat awal Jogger ingin agar produk Jogger membuat orang diluar Bali jadi tertarik untuk mengunjungi Bali. Dengan mengunjungi Bali, para turis itu pasti tidak hanya sekedar membeli produk Jogger saja, tetapi pasti membeli produk-produk dari masyarakat lokal Bali juga. Sehingga membantu mensejahterakan masyarakat Bali.

Pebisnis online itupun dihukum mencuci piring dan mengepel selama seminggu di rumah Jogger, setelah pulang Jogger memberi bekal uang sebesar Rp. 1.500.000 dan membuat perjanjian diatas materai untuk tidak menjual produk Jogger keluar dari Bali lagi.

Bahkan Jogger pun setiap bulan rutin mentransfer sebesar Rp. 750.000 ke rekening Pebisnis online tersebut. Bahkan Jogger sudah 2 kali natal mentransfer uang natal sebesar Rp. 1.500.000

Sungguh luar biasa niat Jogger, apakah kamu tertarik menjadi pebisnis seperti Jogger?