Kalimat Terakhir dari Kotak Hitam, itu yang bikin merinding

Kalimat Terakhir dari Kotak Hitam, itu yang bikin merinding

Kalimat Terakhir dari Kotak Hitam, itu yang bikin merinding

Kalimat Terakhir dari Kotak Hitam, itu yang bikin merinding. Membaca kotak hitam bukan perkara gampang, butuh ketekunan dan ketegaran hati bagi investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) saat melakukannya. Ketegaran hati memang dibutuhkan, sebab tak jarang bagian akhir dari percakapan dalam kotak hitam membuat merinding.

Metrotvnews.com Kotak hitam dianggap sebagai kunci yang harus ditemukan jika terjadi kecelakaan pada sebuah pesawat terbang. Namun, kunci itu tentu harus dibaca secara cermat. Mozaik-mozaik dikumpulkan untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi.

“Yang paling merinding itu waktu denger percakapan kotak hitam itu. Apalagi yang bagian akhir, itu kamu bayangkan saja orang itu udah tahu dia akan meninggal,” kata Investigator KNKT, Nurcahyo Utomo, saat berbincang dengan Metrotvnews.com di Pangkalan Udara Iskandar, Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Jumat (9/1/2015).

Kadang membuat tim investigator terdiam ketika mendengarkan suara kalimat-kalimat terakhir dari awak pesawat. Terlebih, sebagian investigator memiliki pekerjaan sebagai pilot. Sering pula mereka mengenal sang pilot pesawat yang suaranya terekam.

Nurcahyo mengalaminya saat pertama kali ditugaskan menginvestigasi kotak hitam. Pembacaan kotak hitam pertamanya itu selalu menjadi hal yang paling diingat. Walau kini, banyak kotak hitam yang telah dibacanya.

“Pertama kali saya jadi investigator, itu saya dengar dengan empat orang, satu tim. Setelah mendengar percakapan itu, kami semua diam, hening. Beberapa menit setelah itu baru bilang, ayo rewind,” kata Nurcahyo mengenang pengalaman pertamanya.

Tapi seiring waktu, dia pun terbiasa mendengar percakapan yang ada dalam kotak hitam. Sekitar 19 tahun menjadi investigator, kata-kata terakhir yang terdengar itu masih tetap perih di telinga.
“Yang paling umum terdengar itu Allahuakbar,” tambah dia.

Nurcahyo menyebut, secara umum, kotak hitam selalu dapat terbaca oleh tim investigasi KNKT. Meski kondisi kotak hitam tak lagi bagus, selalu ada cara untuk membaca kotak hitam itu.

“Umumnya kita berhasil membaca kotak hitam meskipun kondisinya sudah rusak. Seperti sukhoi yang terbakar, kita bisa baca. Kalau pun rusak, kita akan melakukan berbagai cara untuk menelitinya,” jelas dia.

Saat meneliti, KNKT akan melakukannya secara independen. KNKT, jelas dia, tidak dalam posisi menyalahkan orang-orang yang terlibat dalam kejadian itu. KNKT akan terus meneliti, mengapa kecelakaan itu bisa terjadi.

Ada banyak pertanyaan “mengapa” yang akan dilemparkan untuk mengungkap kejadian itu. “Kami meneliti mengapa terjadi, mengapa begini, dan mengapa bisa terjadi. Pokoknya ada banyak ‘why’,” tutur Nurcahyo.
BOB