Kenapa Anda Harus Membesihkan Feed Twitter Dari Orang Yang Suka Marah

Kenapa Anda Harus Membesihkan Feed Twitter Dari Orang Yang Suka Marah

Kenapa Anda Harus Membesihkan Feed Twitter Dari Orang Yang Suka Marah

Tren.Co.Id – Dikatakan bahwa kepribadian Anda merupakan cerminan dari lima teman terdekat Anda, tetapi ketika anda datang ke Twitter, orang-orang yang Anda follow menentukan bagaimana Anda bertindak.

Menurut para peneliti di University of Southern Carolina, pengguna Twitter cenderung untuk melakukan tweet sejalan dengan emosi yang diungkapkan oleh orang-orang yang mereka follow. Seperti marah, benci ataupun lainnya. Sifat negatif pengguna Twitter yang Anda follow akan membuat Anda melakukan tweet yang serupa.

Pengguna yang dihadapkan dengan jenis tweet negatif lebih mungkin untuk mengirim pesan-pesan negatif di jejaring sosial, dan efeknya lebih besar dengan tweet positif, para peneliti menyebutnya, terming efek atau penularan emosi.

“Apa yang Anda tweet dan bagikan di sosial media, tidak hanya mengekspresikan diri melainkan anda mempengaruhi orang lain,” kata Dr Emilio Ferrara, yang merupakan pemimpin dari penelitian tersebut sebagaimana yang kami kutip dari laman telegraph, Rabu (11/11/2015).

Peneliti mengawasi sebanyak 3.800 pengguna Twitter, dengan memantau feed untuk hal sentimen menggunakan alat analisis yang disebut SentiStrength. Di antara tweet negatif, ekspresi yang paling umum digunakan adalah kemarahan dan ketakutan.

Sementara para peneliti menemukan bahwa rata-rata Feed terdiri dari 34,4 persen positif, 48,3 persen netral dan 17,3 persen tweet negatif, pengguna yang memposting tweet negatif atau positif memiliki campuran yang berbeda.

Sebelum tweet negatif diposting, feed cenderung memiliki nilai rata-rata 33,3 persen positif dan 21,6 persen negatif – penggabungannya lebih ke negatif. Sedangkan sebelum tweet positif diposting, yang terjadi adalah kebalikannya, dengan rata-rata 38,9 persen feed emosi positif  dan 16 persen negatif.

hasil survey

Sangat sedikit orang yang tidak bisa dipengaruhi oleh Feed Twitter mereka, dengan hanya melihat kurang dari seperlima tweet berkorelasi dengan tweet negatif mereka.

Sedikitnya 20 persen dari pengguna “sangat rentan”, yang berarti lebih dari setengah tweets mereka berhubungan dengan tweet negatif.

Para peneliti mengklaim, pengguna lebih cenderung dipengaruhi oleh feed positif daripada yang negatif.

Meskipun para peneliti dipandang memiliki kemungkinan lain untuk korelasi antara tweet dan Feed pengguna, seperti kecenderungan untuk mengikuti pengguna lain dengan emosi yang sama, mereka mengungkapkan bahwa penularan bisa menjadi kontributor.