Ketidaksempurnaan Fisik Tak Dapat Menghalanginya Menjadi Juara Trampolin Nasional | Tren.co.id

Ketidaksempurnaan Fisik Tak Dapat Menghalanginya Menjadi Juara Trampolin Nasional | Tren.co.id

Tren.Co.Id – Izzy Weall adalah gadis berusia 12 tahun yang kehilangan kedua lengan kan kedua kakinya sejak ia berusia 6 tahun. Hal itu tepat setelah ia diagnosis meningitis, namun ia tak menyerah pada hidupnya. Diusianya yang remaja ini, ia dengan semangat sukses menjadi juara trampoline nasional.

Catherine, ibu Izzy Weall mengungkapkan rasa bangganya terhadap prestasi yang diraih putrinya dan tak mengira bila Izzy bisa melakukan hal-hal yang tak biasa itu.

Sang ibu yang berusia 42 tahun itu menceritakan kisah anaknya bahwa saat Izzy berusia 6 tahun, mendadak ia pingsan sepulang sekolahnya. Nah, dalam perjalanan ke rumah sakit, jantung Izzy sempat berhenti beberapa saat, dokter telah pesimistis bahwa Izzy dapat diselamatkan. Namun, yang terjadi Izzy membaik, walaupun dokter dengan terpaksa mengaputasikan kedua lengan dan kedua kaki supaya meningitis itu tak menyebar.

Seperti yang dikutip dari Daily Mail, pada Jumat (22/4/2016) Catherine mengungkapkan bahwa pasca operasi Izzy tinggal selama dua bulan di rumah sakit untuk proses pemulihan tubuhnya dan butuh 8 bulan untuk dirinya diharuskan menggunakan kursi roda. Beberapa waktu kemudian, Izzy dipasangkan lengan dan kaki palsu, lalu ia belajar berjalan dengan sendirinya.

Izzy merupakan anak sulung dari tiga bersaudara ini menjadi peserta kejuaraan Schools National Trampolining Competition. Izzy mengikuti kategori Disability Category Two Novice, ia tampil luar biasa dan sukses menjadi juara.

Izzy berkata bahwa ia sangat senang ia dapat melakukan yang banyak orang pikir kalau kamu tak dapat melakukannya. Ia sangat menyukai aktivitas tersebut, kekurangan tubuhnya tak dapat menghalanginya. Jangan pernah ragu untuk mencoba, dan yakinlah pada diri sendiri.

Nicole Haigh adalah guru olahraga Izzy mengungkapkan rasa bangganya terhadap Issy.

Nicole mengungkapkan, Izzy rajin berlatih lebih keras dan ketika melihatnya menjadi juara, hal itu membuatku merasa sangat bangga. Meningitis atau ketidaksempurnaan fisik tak dapat menjadi penghalang untuknya meraih prestasi.