Kisah Haru, Ibu Tanam Jutaan Pohon Sudah 12 Tahun | Tren.co.id

Kisah Haru, Ibu Tanam Jutaan Pohon Sudah 12 Tahun | Tren.co.id

Tren.co.id – Kehilangan orang tercinta jelas menyisakan luka dan duka yang mendalam. Kadang kesedihan itu tak dapat hilang selama seumur hidup. Salah satu cara ampuh guna menghilangkan duka yakni menyibukkan diri untuk melakukan sesuatu.

Yi jiefang , wanita dari shanghai telah 12 tahun melakukan proses penghijauan di Mongolia dalam. Dikutip dari laman odditycentral telah menanam jutaan tahun dalam waktu belasan tahun. Hal ini dilakukannya bukan tanpa sebab. Terdapat kisah haru dari dedikasinya ini. Di tahun 2000, putra tunggal dari Yi, Yang Ruizhe meninggal karena kecelakaan yang terjadi Jepang. Kejadian itu membuat Yi semakin terpukul. Namun hidup akan terus berjalan.

Ibu Tanam Jutaan Pohon [odditycentral.com]Supaya dapat mengatasi kesedihan dan duka mendalam, ia memutuskan menyibukkan diri guna mencapai suatu impian besar Yang.Yang memilki impian untuk menanam pohon di daerah Mongolia dalam. Ia mempunyai keinginan untuk mencegah kekeringan yang semakin parah di daerah itu.

“Dia sudah mencintai alam mulai dari kecil bahkan sangat menyukai hal yang berhubungan dengan alam seperti angin, hujan, tanaman dan hewan” kenang Yi.

Akhirnya Yi dan suaminya memakai uang asuransi Yang senilai 270 ribu dolar atau 3,5 miliar rupiah guna membuat yayasan nirbala green life tahun 2003. Pada awalnya mereka berdua tak memiliki pengetahuan seputar dunia pertanian sehingga usaha pertamanya gagal. Saat itu tunas pohon yang ditanam terbawa angin dan hempasan pasir.

Ibu Tanam Jutaan Pohon [odditycentral.com]Namun Yi dan suami tak menyerah begitu saja. Lalu mereka berkonsultasi pada pakar kehutanan disitu dan dimusim berikutnya mereka menanam lagi tunas baru. sejak saat itu, proses penghijauan pun berhasil setiap tahunnya. Setidaknya penanaman tunas selalu bertahan sekitar 85%.

Organisasi green life semakin lama semakin berkembang. Cuma saja dana yang menjadi halangan tersendiri. Yi dan suami sudah menginvestasikan uang dari proyek tersebut hingga menjual dua rumahnya.

“karena keterbatasan dana, kami Cuma bisa mempunyai tim operasi yang kecil sedangkan banyak hal yang mesti dilakukan. Usiaku sekarang 66 tahun, aku Cuma bisa tidur 3-4 jam saja perharinya. Bahkan bisa kurang dari itu. Semua dilakukan untuk bisa menabung demi proyek organisasi,”.

Meski begitu, jumlah donator dan relawan terus bertambah mulai tahun 2008. Semoga usaha mereka dapat berbuah manis dan usaha Yi memenuhi impian putranya dapat berhasil.