KPC serial kunjungan kerja

KPC serial kunjungan kerja

Kunjungan di KPC adalah agenda kedua hari ini, setelah kunjungan kerja di desa Swarga Bara. Selepas makan siang dan Ishoma. Sebagaimana biasanya, pembukaan acara adalah saling memperkenalkan diri. Pihak DPRD diperkenalkan oleh ketua (Bpk. Mahyunadi), sedangkan pihak KPC diperkenalkan oleh Bpk. Imanuel M.

Pokok -pokok presentasi dari pihak KPC antara lain :

  1. Jumlah karyawan KPC : 5.000 an dan kontraktor 23.000 an.
  2. Area konsesi KPC adalah 90.000 hectare, sedangkan area yg sudah dikerjakan (tambang) baru sekitar 20.000 ha.
  3. KPC izin mulai 1980 an, dan akan berakhir pada 2021, sesuai PKB2B ada ketentuan yg memungkinkan diperpanjang 2 x 10 th.
  4. Dengan asumsi produksi seperti sekarang, deposit batubara bisajadi baru habis 2040 atau 2050.

Jadi dengan hal tersebut diatas, sepatutnya warga Sangatta jangan ragu berinvestasi dari hal kecil semisal membangun rumah di Sangatta, ataupun membuat usaha. Untuk 10 – 20 th ke depan, tidak perlu merisaukan perihal isu paska tambang, seolah – olah Sangatta jadi kota Hantu. Bila executive, legislative dan KPC sendiri melakukan kebijakan yang tepat serta saling bersinergi selama 25 tahun ke depan, saya yakin Sangatta akan semakin maju, dan terhidar dari ancaman menjadi kota “hantu”.

Selepas presentasi dari Bpk. Imanuel, rombongan di ajak berkeliling ke area Hexindo, pembibitan, PESAT dan berakhir di TBA (Telaga Batu Arang).

Di TBA sekitar jam 16.00, COO KPC Bpk. Utoro baru tiba dan langsung memberikan sambutan, pokok-pokok sambutan beliau adalah :

  1. KPC menjadi percontohan “best practice mining” alias cara menambang yang baik dari berbagai pertambangan di Indonesia.
  2. Di area KPC ada berbagai konsesi, untuk kedalaman 0 – 400 m adalah untuk konsesi batubara, 400 – 600 m ada gas batubara yg konsesinya dipegang PERTAMINA dan mitranya, sekarang sedang pada tahap explorasi, dibawah itu adalah konsesi untuk minyak yg dipegang juga PERTAMINA.
  3. Pada umumnya konsep dalam pertambangan, asalnya Hutan ditambang maka perlu di jadikan HUTAN lagi, namun KPC berbuat lebih dari itu, yang asalnya Hutan dengan upaya KPC, diharapkan nanti sebagian jadi area ekonomi yang bermanfaat bagi masyarakat setempat;
  4. Hal – hal yg dilakukan antaralain : Menanam berbagai buah, membudidayakan rotan sekitar 500 ha, membuat area rekreasi semacam TBA, membuat PESAT yg kedepan akan disusul dengan peternakan dalam sekala besar dan masive, dll.
  5. Untuk memenuhi kebutuhan air di Sangatta, disebelah utara GOR jl Soekarno hatta, terdapat genangan air alamiah yg airnya berkualitas nomor 1 untuk bahan baku PDAM, debit diperkirakan 100 m/detik, KPC telah membuat pipa 18″ disalurkan ke GOR agar bisa dijadikan bahan baku air minum. Selanjutnya diharapkan PEMDA & DPRD mengangarkan infrasturktur PDAM di GOR tersebut, dengan begitu debit setinggi itu cukup untuk memenuhi kebutuhan air perkembangan kota Sangatta dengan jumlah yg sama dari penduduk yg ada sekarang.

Saat sesi diskusi, ketua DPRD memberikan sambutanya. Pokok – pokok sambutan beliau adalah :

  1. Fungsi DPRD adalah legislative, anggaran dan pengawasan. Ke depan, fungsi pengawasan DPRD akan ditingkatkan, idealnya porsinya sekitar 40% dari keseluruhan fungsinya.
  2. Sebagai langkah awal fungsi pengawasan, DPRD memulai dengan silaturahmi ke KPC, dengan lebih dari 80% anggotanya hadir berkunjung ke KPC, ini adalah sebagai wujud perhatian / penghargaan DPRD ke KPC.
  3. Harapanya ke depan, saat KPC diundang ke DPRD, bisa mengimbangi hal serupa, dimana idealnya yang hadir adalah pucuk pimpinan / manajemen KPC yang bisa membuat keputusan.
  4. Terkait komitmen CSR KPC yang infonya 5 juta dollar setahun, hingga sekarang DPRD belum pernah mendapat tembusan laporanya. Kedepanya disamping melaporkan ke executive (pemda), perlu juga ditembuskan ke DPRD sehingga DPRD bisa menjalankan fungsi pengawasanya.

Saya memandang apa yg disampaikan ketua, to the point, padat dan sangat bermakna. Syukurlah walau hari menjelang sore, ketua masih memberi kesempatan bertanya pada 1 atau 2 anggota DPRD untuk mengajukan pertanyaan. Tanpa ada diskusi, sungguh perjalan dinas ini saya rasakan seperti “touring” ibu – ibu atau anak TK yg melakukan Mining Tour. Syukurlah perasaan itu hilang seketika saat ada waktu diskusi.

Saya diberi kesempatan pertanyaan pertama kali. Yang saya suarakan adalah :

  1. Konsep dari HUTAN nantinya jadi wilayah yang bermanfaat ekonomi bagi masyarakat yg diutarakan pak Utoro adalah sangat bagus, sebab ini untuk menghindari Sangatta jadi kota Hantu. Apa yg dilakukan KPC sudah bagus, namun perlu di tingkatkan lagi. Antaralain perlu menanam tanaman yg berbuah secara massive (berskala besar) sehingga suatu saat wisata agro seperti di Batu Malang, bisa hadir di Sangatta tentu bukan buah apel, disini bisajadi bisa ditanam buah rambutan, durian, guava, dalam skala luas (ribuan hectar).
  2. Sebagai ketua Komisi IV atau Komisi D (KESEJAHTERAAN RAKYAT), yang salah satunya membidangi DISNAKERTRANS. Saya wajib dan harus memikirkan bagaimana para tenaga kerja / karyawan sejahtera. Sejahtera di artikan cukup sandang, pangan, pendidikan dan papan.

Untuk “Sandang dan Pangan” relative sudah beres, begitu juga pendidikan walau belum sempurna. Sedangkan untuk papan (Perumahan) karyawan, ini yang masih jadi PR bersama.

Masih banyak karyawan kontraktor / subkontraktor KPC yg telah bekerja lebih dari 10 tahun yang belum punya rumah, mereka kontrak rumah terus menerus.

Bagi saya ini adalah hal penting. Mengapa? Karena disaat tambang aktive (mereka masih bekerja) saja, mereka tidak bisa mendirikan rumah, apalagi kalau tambang sudah tutup (atau mereka tidak bekerja).

Karena itu, saya mengusulkan agar KPC + Kontraktornya, PEMDA & DPRD saling bahu membahu membantu terwujudnya papan / perumahan bagi karyawan maupun PNS dan masyarakat golongan bawah. Konsepnya adalah :

a. KPC menyerahkan sebagian lahannya yg telah ditambang sekitar 100 – 200 hectar untuk alokasi perumahan murah. Dengan lahan gratis otomatis harga rumah akan turun drastis. b. Kontraktor membantu melakukan “land clearing” dengan kompensasi mereka dapat jatah untuk merekomendasikan karyawanya memiliki rumah tsb. c. PEMDA (executive dan legislative) berperan pada program PRONA sertifikat tanah, pembangunan infrastruktur jalan / listrik dan air.

d. Karyawan golongan rendah (gaji 5juta ke bawah), PNS / masyarakat bertanggungjawab membangun rumah tapak baik secara kontan atau kredit perbankan.

Dengan tanah, land clearing, sertitikat, fasum gratis dan luas lahan perkavling rumah 100m2, luas rumah 36m2 dan rumah sederhana, diharapkan biaya pembangunan fisik adalah dibawah 90juta.

Bila semua itu dikerjakan oleh tukang lokal, maka akan ada multiefek yang sangat banyak bagi tenaga kerja di Sangatta. Atau bisajadi ini akan memberikan kesempatan bagi para mantan pekerja tambang yg terkena dampak pengurangan karena lesunya dunia tambang.

Soal, bahwa ide saya (pemberian / penggunaan lahan bekas tambang untuk perumahan murah) ini harus izin Menteri ESDM atau kemanapun. Ya, mari kita bersama mengurusnya, kita ikuti saja sistem atau peraturan yang ada. Yang penting dijalankan atau di urus atau ada kemauan kuat dari semua pihak.

Bila DPRD dianggap perlu untuk membuat rekomendasi tertulis, dengan senang hati sebagai ketua KOMISI KESRA, saya akan membuat dan memperjuangkanya. Atau bila dianggap perlu payung hukum PERDA. Saya akan memperjuangkannya, mumpung saya juga anggota Badan Legislative. Tugaskan memproses RAPERDA jadi PERDA.

Mengingat waktu sudah sore, maka apa yg saya tanyakan tidak perlu dijawab pak Utoro waktu itu juga, kami mengharap pak Utoro bisa menjawab saat kami undang di DPRD, tentu setelah beliau melakukan kajian internal.

Tentu pertanyaan (lebih tepatnya : USULAN) lisan yg saya utarakan langsung di depan pak Utoro dan jajaranya tidak sedetail apa yg saya tulis sekarang ini. Tapi substansinya sama.

Hemat saya, harapanya angsuran perbulan antara Rp 900.000,- Rp 1.200.000,-. Asumsi 1 ha bisa menampung 60 unit rumah, bila 100 hectar saja lahan yang disediakan, maka bisa menampung 6.000 unit rumah. Bisajadi diseputaran Pit J. Andai hal itu betul terwujud, betapa senangnya hati ini, bisa bermakna mewujudkan sesuatu kepada masyarakat banyak.

5 tahun lagi, andai saya tidak jadi DPRD lagipun tak jadi masalah. Asalkan cita – cita saya mengupayakan 6.000 unit rumah murah kepada karyawan golongan rendah (kontrak / labour supplay / dll) bisa terwujud dimasa jabatan saya sekarang.

Menghindarkan Sangatta jadi kota hantu yang bisa terjadi pada masa kita atau anak cucu kita kedepan adalah tanggungjawab kita bersama, SEKARANG.

PIKIRANKOE, Sangatta 21 Oktober 2014

Oleh : Uce Prasetyo