Lakukan Restrukturisasi, Panasonic PHK 1000 Karyawan | Tren.co.id

Lakukan Restrukturisasi, Panasonic PHK 1000 Karyawan | Tren.co.id

Beberapa waktu yang lalu, Toshiba telah memutuskan untuk menutup ketiga pabriknya yang ada di Indonesia, dimana salah satunya merupakan pabrik televisi terbesar miliknya yang ada di Indonesia. Hal tersebut dilakukan lantaran salah satu raksasa pabrik elektronik asal Jepang tersebut mengalami kemerosotan akibat menurunnya daya beli masyarakat terhadap produk-produk yang mereka keluarkan. Alhasil, kondisi tersebut berimbas pada pemutusan hubungan kerja 900 orang karyawannya.

Tragisnya, Toshiba bukanlah satu-satunya pabrik elektronik asal Jepang yang berencana melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap karyawannya. Sebab Panasonic lighting pun juga memiliki rencana yang serupa. Menanggapi kabar pemberhentian massal karyawannya tersebut, Chairman Panasonic Gobel Group, Rachmat Gobel, menjelaskan jika PHK tersebut merupakan dampak dari dilakukannya restrukturisasi terhadap ketiga pabrik lampu miliknya yang ada di Indonesia.

Menurutnya, tiga pabrik lampunya yang ada di Pasuruan, Cikarang dan Cileungsi akan dilebur menjadi dua pabrik yang direncanakan akan beralih dari yang tadinya memproduksi lampu bohlam menjadi lampu Light Emitting Diode (LED) untuk mengikuti permintaan pasar yang semakin tinggi. Rachmat berharap hal tersebut dapat membuat kedua pabrik tersebut memiliki add value dan teknologi yang advance. Karyawan yang terpaksa diberhentikan pun tidak sedikit, yaitu sekitar 1.000 orang dari total 20.000 orang. Rachmat juga menyatakan jika bukan tidak mungkin perusahaannya akan menyerap lebih banyak tenaga kerja saat hasil restrukturisasi perusahaannya membuahkan hasil yang lebih baik dan membuat produksinya meningkat.