Mencerdaskan Anak Sejak Dini

Mencerdaskan Anak Sejak Dini

Mencerdaskan Anak Sejak Dini

Anak yang cerdas merupakaan impian dari setiap orang tua. Apakah anda membayangkan bahwa anak yang cerdas dan genius disebabkan oleh faktor genetik atau keturunan saja?
Generasi yang unggul dan kompeten tidak hanya tumbuh dengan sendirinya. Pertumbuhan anak tidak hanya ditentukan oleh faktor genetik saja, tetapi juga ada faktor internal dan eksternal yang melatar belakangi tumbuhnya anak yang cerdas. Apa saja faktor tersebut? Di bawah ini kita akan bahas secara bersama.

Mencerdaskan Anak Sejak Dini dengan Dukungan Beberapa Faktor
Ada beberapa faktor lain untuk mencerdaskan anak sejak dini yaitu berupa faktor internal dan eksternal, inilah beberapa faktor yang saling berhubungan:

1. Faktor genetis
Faktor genetis menyangkut keturunan dan salah satu faktor internal yang mempengaruhi kecerdasan anak. Faktor ini hanya berkontribusi sekitar 30% saja dan bisa dikembangkan selama masa kandungan. Pada masa kandungan sel-sel otak janin terbentuk sejak usia tiga bulan dan akan berlanjut sampai anak berusia tiga sampai lima tahun. Jumlah sel otak ini mencapai miliaran, tetapi belum adanya hubungan antar sel. Orang tua dapat memberikan konstribusi besar dalam mencerdaskan anak ketika dalam masa kandungan, seperti merangsang dengan mengajaknya berkomunikasi, menyentuh perut dan mendengarkan musik atau lantunan ayat suci Al-Quran. Stimulasi ini berfungsi untuk mengkoneksi otak anak. Dan stimulasi anak dalam usia dini dapat dilakukan dalam kegiatan sehari seperti ketika menyusui, menggendong, memandikan atau sekedar memakaikan baju setelah mandi, stimulasi ini harus berlangsung sampai bayi berusia kurang dari tiga bulan dengan memberikan rasa aman dan nyaman seperti memeluk dengan erat, menatap mata dan mengajak berbicara dengan lembut.

2. Faktor lingkungan
Para pakar perkembangan anak menegaskan bahwa lingkungan merupakan salah satu faktor eksternal dan merupakan elemen terpenting. Anak yang dibesarkan dengan lingkungan yang aman dan penuh kasih sayang juga akan memiliki emosi yang baik. Stimulasi dapat dilakukan dengan keadaan yang menyenangkan dan orang tua juga harus peka dengan kebutuhan anak. Kebutuhan anak seperti perkembangan bakat, minat atau keinginan anak, dan pendapat anak, karena pada dasarnya anak merupakan individu yang tentu memiliki perbedaan dan unik maka orang tua harus menyesuaikannya.

3. Kebutuhan nutrisi
Faktor ini merupakan faktor internal, menyangkut kebutuhan akan nutrisi si anak. Jadi, orang tua apabila menginginkan anak yang cerdas juga harus memperhatikan asupan gizi anak. Kebutuhan nutrisi tersebut dengan memberikan ASI atau air susu ibu yang baik dan ditambah keseimbangan makanan yang sehat dan bergizi. Selain kebutuhan ASI anak juga harus mendapatkan protein yang seimbang untuk membantu pertumbuhan otak bayi, anak membutuhkan nutrisi yang berguna seperti protein, energi, serta adanya asam lemak esensial seperti AA, DHA, asam amino essensial, dan mineral.

Itulah ketiga faktor penting dalam menunjang demi mencerdaskan anak sejak dini, menginginka anak yang ceras tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan, peran orang tua, lingkungan serta kebutuhan nutrisi merupakan aspek yang sangat kompleksitas. Maka pintar-pintarlah menjadi orang tua, apabila menginginkan anak yang cerdas.