Mengenang 6 Kue Lebaran Jadul

Mengenang 6 Kue Lebaran Jadul

Memasuki minggu kedua di bulan suci Ramadhan, orang mulai berpikir tentang kue kering yang akan disajikan saat lebaran tiba. Banyak orang yang malah sudah membuat daftar panjang kue kering apa saja yang layak berada di meja tamu atau yang bisa dibawa saat bersilaturahmi ke rumah saudara atau handai taulan.

Nah, harus diakui meskipun ragam kue kering modern banyak ditemukan, masih banyak orang yang masih terpaku pada kue kue kering jadul yang tak lekang dimakan zaman. Kue-kue ini dianggap merefleksikan tuan rumah yang pasti berkarakteristik klasik tetapi berpembawaan hangat.

Nah, penganan atau kue apa sajakah yang biasanya muncul kembali di hari raya? Silakan disimak beberapa kue jadul tapi populer di bawah ini:

1. Wajik

Kue berbahan dasar beras ketan ini begitu akrab dengan nuansa tempo dulu. Rasanya yang manis tercermin dari warna yang muncul akibat proses dari pencampuran gula jawa dan ketan yang ditumbuk. Kue ini sudah diakui sebagai bagian dari budaya karena setiap daerah di Indonesia memiliki jenis wajik masing-masing. Wajik ini wajib tampil di setiap acara penting seperti perayaan hari raya atau pun seserahan pada acara lamaran.

Membuat wajik butuh tenaga, keahlian, dan waktu yang cukup lama. Tak heran tidak semua rumah bisa menghidangkan wajik setiap lebaran.

2. Kuping Gajah

Kue beraroma harum ini terbuat dari tepung terigu. Bentuknya yang bulat tipis menyerupai telinga gajah, menjadikan kue ini disebut kuping gajah. Namun ukuran dari kue ini tak sebesar dengan telinga gajah sungguhan. Rasa dari kue ini adalah perpaduan antara manis dan gurih, dan sangat pas dipadukan dengan minum teh. Kuping gajah memiliki dua jenis warna yaitu putih dan coklat. Bentuknya yang unik membuat cemilan yang satu ini makin oke di dalam toples.

3. Kembang Goyang

Asal muasal nama kembang goyang ini diambil karena bentuknya yang menyerupai kembang (bunga). Cara pembuatannya adalah adonan tepung yang tercetak dalam cetakan digoyang-goyang dalam minyak panas supaya lepas. Rasanya yang gurih dan agak sedikit manis dan renyah membuat kamu tak bisa berhenti apabila memakannya.

Di daerah lain kembang goyang dikenal dengan nama lain yaitu kembang duren, karena bentuknya yang mirip dengan kembang durian. Warna dari kue ini terdiri dari merah, putih, pink dan juga hijau.

4. Kue Nastar

Kue ini cukup populer dan berasal dari negara Belanda. Nastar memang diperkenalkan ke Indonesia seiring dengan kolonialisasi Belanda di tanah air dengan nama aslinya ananas taartjes.

Kue ini merupakan kue yang sudah sangat populer di bumi nusantara karena disukai oleh berbagai kalangan. Terbuat dari tepung terigu, susu, dan keju dengan isian selai nanas yang wangi. Bentuknya bisa disesuaikan. Ada yang suka berbentuk bulan sabit, atau bahkan hanya berbentuk bola dengan tangkai yang berasal dari cengkeh.

5. Kue Cindil

Kue berbentuk bulat unik dengan warna-warni ini disebut kue cindil. Kue ini terdiri dari dua bagian yaitu bagian biskuit berbentuk bulat dan di atasnya terdapat pemanis gula berwarna warni yg berbentuk seperti puncak Monas. Yang pasti kue ini merupakan kue paling favorit buat anak-anak pada jaman dulu. Bentuk dari kue inilah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi anak-anak.

6. Kue Semprit dahlia

Masih ingatkah kamu pada kue berbentuk bunga dengan butiran sukade atau kismis di atasnya? Nah ini dinamakan kue semprit dahlia. Kue ini masih diminati karena bentuknya yang jadul tetapi rasanya yang enak. Kini kue semprit dahlia ini dimodifikasi dengan menambahkan susu atau keju. Meskipun demikian, kebanyakan orang lebih suka dengan rasa kue semprit klasiknya.

Nah, kue kering jadul mana yang jadi pilihanmu?
Kamu yang pulang kampung pasti bisa menikmati kue jadul ini, dan untuk mendapatkan promo penerbangan menarik saat pulang kampung bisa kamu lihat disini