Mengintip Dunia Anestesi & Pembedahan di Jepang

Mengintip Dunia Anestesi & Pembedahan di Jepang

Ada beberapa tradisi yang mungkin menyolok dan berbeda dengan suasana dinegeri kita yakni : selain tentunya kelengkapan dan kecanggihan dari alat-alat bedah & anestesi, tradisi berkomunikasi yang intensif yang terjalin dengan pasien selama operasi akan sedang dan telah berjalan dan soal detail rekaman pencatatan medik dan pengukuran yang obyektif selama operasi berlangsung. Operasi-operasi dilakukan dengan teknik minimal invasif beberapa hal belum pernah saya lihat seperti menjahit organ dalam dengan alat auto suture, bedah laser, menjahit kulit dengan klip, bedah syaraf dengan kontras dibawah mikroskop.

Anestesi di Onomichi Hospital

Untuk kegiatan pre-operasi, pasienlah yang mendatangi ruang pain-clinic. Wawancara medis (Anamnessa) standard; berlangsung lama seraya menjelaskan pada pasien tersebut step-step yang akan dilaluinya bila nanti akan menjalani anestesi. Tersedia sungkup masker, ETT, epidural set, phantom beberapa ruas Vertebrae Lumbal yang selalu diperagakan kepada pasien yang relevan. Lembar cek list untuk anamnessa dan hasil laboratorium tercantum dalam 3 halaman yang lengkap tinggal di centang. Inform konsent dilakukan dengan teliti, ada lembar tersendiri untuk ini. Pemeriksaan fisik tidak terlalu detail dilakukan, karena biasanya pasien sudah melewati skrening jalur poli penyakit dalam dan telah membawa kelengkapan keterangan laboratorium penunjang.

Trend kasus operasi di onomichi memiliki tipe yang berbeda dengan negeri kita, seperti di Negara maju maka trend penyakit yang ada dilatarbelakangi oleh kasus karena degeneratif & aging proces. Jika sebagian rakyat kita menemui ajalnya karena komplikasi lanjut dari TBC Paru, maka orang Jepang dilobektomy (diambil belahan Parunya) karena kanker Paru. Bila anak-anak muda dinegeri kita ditrepanasi (dilubangi tengkorak kepalanya) karena Kecelakaan Lalu Lintas (seolah-olah isi dalam kepala itu tidak berharga… ), maka disana Kakek sepuh akan ditrepanasi karena Stroke Hemoragik atau Tumor Otak. Bila dinegeri kita seseorang di ORIF tulang pahanya karena trafic accident maka ORIF disana sering dilakukan pada orangtua ”yang memang wajar” tulangnya sudah keropos aus ditelan zaman (osteoporosis).

Untuk operasi elektif, biasanya dalam sehari terdapat 8-10 operasi  yang dijadwalkan. Operasi-operasi umumnya berdurasi panjang. Parameter cepatnya operasi tidak mencerminkan keterampilan seorang ahli bedah atau efektifitas suatu pekerjaan bedah. Tapi ketelitian, kehati-hati-an dan bekerja legeartis sesuai protokol atau textbook tampaknya merupakan pilihan dalam bekerja. Mereka bekerja mencari apa yang benarnya, bukan apa yang praktis untuk dilakukan, setiap milimeter tumor yang diincisi selalu dievaluasi dengan patologi anatomi dan tersedia selalu frezen section untuk dinilai seorang patologist anatomi, setiap tindakan, post ORIF, reposisi atau aff wire orthopedic biasanya diikuti dengan evaluasi C-arm ditempat.

Menyaksikan pagelaran kecanggihan teknologi menjadi pengalaman tersendiri di kamar operasi tersebut. Penggunaan mikroskop untuk THT atau bedah syaraf, Echo Cardiografi, laser, USG untuk melihat marker insersi CVC atau digunakan untuk memonitor gerak jantung yang dimasukkan dalam esophagus, Cerebral Oximetry yang ditempel di kening yang bisa memonitor oksigen bila jantung-paru ”dilumpuhkan” saat operasi jantung, intervensi kontras jika dipergunakan untuk visualisasi pembedahan ataupun pemblokan anestesi berbagai bentuk semuanya pemandangan yang memukau. Demikian pula, equipment (alat-alat) anestesi, alat Monitor selain dilengkapi variabel pemeriksaan tanda vital yang sudah dikenal, ada beberapa variable yang belum terlalu familiar dan lazim dibanyak kamar operasi di negeri kita sebutlah :Monitoring Gas (End Tidal CO2, & Fraksi Inspirasi O2 dan FI gas), CVP, Monitor gelombang otak dan EMG (Response Entropi, Stage Entropi) sehingga banyak variabel dapat terukur pada diri pasien. Kapan pasien akan mulai bangun atau berapa kadar gas yang tersisa diparu ketika operasi telah selesai termonitor. Monitornya kebanyakan menyatu dengan badan mesin anestesi, dan selalu siap untuk mencetak printout gambaran EKG bila terjadi kelainan irama jantung. Efek dari sisa pelumpuh otot diukur dengan TOF (Train of Four). Setiap mesin anestesi disertai unit ventilator dan beberapa mesin diantaranya dilengkapi mode setting yang lengkap.