"Metal Detector" menjadi Penghalang Jemaat masuk Gereja | Tren.co.id

"Metal Detector" menjadi Penghalang Jemaat masuk Gereja | Tren.co.id

Tren.co.id Pihak berwajib dikerahkan untuk menjaga ketat 134 gereja yang menjadi lokasi seluruh perayaan natal 2015 di seluruh kota manapun di seluruh Indonesia. TNI dan Linmas dibantu aparat kepolisian terlihat sigap berjaga-jaga di sekitar gereja sejak dilaksanakanya malam misa natal, kamis ( 24/12/2015) Petang.

Alat pendeteksi logam ( metal detector ) dipasang pihak kepolisian di setiap pintu masuk Gereja , setiap Jemaat mau tidak mau harus melewati alat ini untuk bisa memastikan tak ada barang berbahaya masuk kedalam ruangan Gereja.

Kompol Purwanto wakil kepala polres magelang menerangkan, setidaknya 645 personel kepolisian dikerahkan untuk mengamankan perayaan natal umat nasrani tersebut.

“kami selalu memastikan terlebih dahulu tempat perayaan natal maupun gereja – gereja semua aman sebelum dipergunakan jemaat untuk ibadah , kami selalu bekerja sama dengan pengurus terkait maupun remaja Gereja.” Kata Purwanto.

Menurut beliau , prosedur dan pengamanan gereja yang akan di laksanakan pada waktu misa natal maupun perayaannya sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang sudah ada.

adapun Operasi Lilin Candi yang dilaksanakan oleh pihak yang berwajib di berlangsungkan selama kurang lebih 10 hari, mulai 24 desember -2 januari 2016

Diterjunkan 230 personel untuk mengamankan Natal 2015 ini di daerah magelang, setiap Gereja akan ditugaskan 2 sampai 3 orang personel polisi, namun itu semua menyesuaikan kondisi terakhir dan jumlah jemaat yang hadir , semakin banyak jemaat maka akan semakin banyak juga personel kepolisian yang di tugaskan

“Untuk mengamankan kami bekerja sama dengan  TNI, intern gereja dan Linmas, termasuk tim Gegana Brimop Polda Jawa Tengah,” jelas Edi Purwanto.