Mukjizat Nabi Muhammad

Mukjizat Nabi Muhammad

Mukjizat I Nabi Muhammad S.A.W – Pembelahan Bulan

Pada suatu waktu, Nabi Muhammad S.A.W ingin meyakinkan kepada kaum Quraisy akan kebenaran risalah yang dibawanya.Beliau membelah bulan menjadi dua bagian, yang pada antaranya gunung Hira dapat dilihat. Untuk meyakinkan orang – orang yang tidak percaya kepada mukjizat ini, Qadhi Iyad menyatakan bahwa :

Belum pernah diceritakan oleh bangsa manapun di atas bumi ini bahwa bulan terlihat pada malam itu sedemikian rupa sehingga dapat dikatakan bahwa ia tidak terbelah. Bahkan jika hal ini telah diriwayatkan dari banyak tempat yang berlainan, sehingga kita harus membuang kemungkinan bahwa semua orang setuju untuk berdusta, toh kita tidak akan dapat menerima ini sebagai bukti dari kebalikannya, sebab bulan itu tidak dilihat dengan cara yang sama oleh orang – orang yang berbeda.

Qadhi Iyad  akan senang sekali jika mengetahui bahwa di bagian dunia itu diceritakan bahwa seorang raja bernama Syakrawati Farmad di India Selatan benar – benar telah melihat Bulan Yang Terbelah itu, dan ketika mengetahui dari saksi – saksi yang dapat dipercaya tentang apa yang sedang terjadi di Makkah pada malam itu, dia memeluk Islam.

Dan hebatnya lagi, Friedman dalam bukunya ” Qissat Shakarwati Farmad” hal. 34 – 35  menambahkan bahwa Neil Amstrong ( salah satu astronot yang pertama ke bulan ) melihat di atas bulan ada suatu garis lurus kira – kira 240 km panjangnya, yang dengan jelas membuktikan bahwa bulan itu pernah terbelah di masa lalu !!! Subhanallah…..Maha Besar Allah…

Disadur dari Buku Dan Muhammad Itu Adalah Rasul Allah karya Annemarie Schimmel

Mukjizat 2 Nabi Muhammad S.A.W – Pembelahan Dada

Di antara legenda – legenda yang dikaitkan dengan riwayat hidup Muhammad, Pembelahan Dada telah menjadi ciri utama dari semua biografi Nabi Muhammad S.A.W. Surat 94 dimulai dengan firman Ilahi kepada Nabi : ” Tidakkah Kami membuka ( atau meluaskan ) dadamu ? ” Ini ditafsirkan sebagai mengandung arti bahwa Tuhan telah memberikan secara khusus dada Muhammad dan memberikan Nabi suatu kesucian yang istimewa pula, sehingga dia bisa menyampaikan risalah Ilahi tanpa cacat. Sebuah hadist awal mengutip kata – kata Nabi sendiri mengenai pengalaman ini :

Ketika aku sedang berada bersama kawan – kawan ku , datang kepada ku tiga orang. Salah seorang dari mereka membawa sebuah kendi di satu tangan, dan di tangan lain sebuah kotak perhiasan zamrut hijau , yang berisi salju. Mereka membawaku dengan tergesa – gesa ke puncak gunung, dan menempatkan aku di gunung itu dengan lembut sekali . Lalu dia ( yang pertama di antara mereka ) merobek dadaku hingga ke daerah perut sementara aku memandang mereka, tapi tidak merasakan apa – apa; rasanya tidak sakit. Lalu dia membenamkan tangannya ke dalam rongga perutku , mengeluarkan usus – ususku dan mencusinya dengan salju itu, membersihkannya dengan sangat hati – hati. Lalu dia mengembalikannya ke tempat semula. Kini orang yang kedua bangkit dan berkata kepada yang pertama : ” Pergilah, engkau telah melakukan apa yang diperintahkan Allah kepadamu.” Lalu dia mendekatiku dan membenamkan tangannyake dalam rongga di tubuhku dan mengeluarkan jantungku, merobeknya dan mengeluarkan darinya sebuah noda hitam yang dipenuhi darah, membuangnya dan berkata : ” Itu adalah bagian setan dalam dirimu, Wahai Kekasih Allah.” Lalu dia mengisinya dengan sesuatu yang di bawanya, dan menempatkannya kembali di tempat semulalalu dia menutupnya dengan selubung cahaya, dan aku masih merasakan kesejukan selubung penutup itu pada otot – otot dan sendi – sendi tubuhku. Lalu orang yang ketiga bangkit dan berkata : ” Pergilah , kalian berdua, sebab kalian telah melaksanakan apa yang diperintahkan Allah kepada kalian.” Kini orang ketiga mendekatiku dan mengusapkan tangannya, dari tulang dada sampai ke bagian pinggangku. Lalu malaikat itu berkata : ” Timbanglah dia untuk di bandingkan dengan sepuluh orang di antara masyarakatnya.” Mereka menimbangku , dan aku lebih berat dibandingkan mereka seluruhnya. Lalu dia berkata : ” Tinggalkan dia, sebab sekalipun kalian menimbangnya untuk di abndingkan dengan seluruh masyarakatnya, dia tetap akan lebih berat daripada mereka.” Lalu dia meraih tanganku dan membantuku turun dengan hati – hati, dan mereka membungkukkan badan ke arahku. mencim kepalaku dan dianta kedua mataku, dan berkata : ” Wahai kekasih Allah, sesungguhnya engkau tidak akan pernah ketakutan, dan jika engkau tahu kebaikan apa yang telah dipersiapkan untukmu, engkau akan sangat bahagia.: Dan mereka membiarkanku duduk di tempatku, lalu mulai terbang dan menembus langit, dan aku memandang mereka, jika kamu ingin tahu , akan kutunjukkan kemena mereka pergi.”

Disadur dari Buku Dan Muhammad Itu Adalah Rasul Allah karya Annemarie Schimmel