Pemerintah Harus Tegas Terhadap Layanan Sosial Media

Pemerintah Harus Tegas Terhadap Layanan Sosial Media

Tren.Co.Id – Ancaman pemerintah untuk memblokir layanan sosial media yang sudah banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia, seperti Facebook, Twitter, Whatsapp, Google, dan layanan lainnya membuat publik menjadi bingung dan bertanya-tanya.

Pemerintah melalui Kemenkominfo menjelaskan, jika aplikasi media sosial dan instant messaging yang masuk di dalam kategori layanan Over The Top (OTT) dari luar tersebut harus memperjelas bentuk badan usahanya di Indonesia.

Di dalam keterangan persnya, Senin (29/2/2016), pakar keamanan cyber Pratama Persadha menjelaskan jika sudah seharusnya pemerintah mengambil sikap yang lebih tegas. Menurutnya, selama ini layanan over the top tak begitu menghiraukan aturan hukum dan norma susila yang ada di Tanah Air.

“Maksud dari pemerintah ini bagus, jika jelas bentuk badan usahanya di Tanah Air, jadi jelas mereka harus patuh akan aturan hukum dan norma susila yang ada di Indonesia. Selain itu, mereka wajib untuk membayar pajak seperti bentuk usaha di Tanah Air yang lainnya.” jelas Pratama.

Memang, layanan OTT seperti contohnya Facebook banyak menimbulkan kecemburuan. Setidaknya, dalam sebulan, Facebook bisa meraup untuk lebih dari Rp. 500 Miliar, tanpa membayar pajak. Akan tetapi, di luar masalah pajak, masalah keamanan di dalam negeri juga sangat penting untuk diperhatikan.

“Konten media sosial dan layanan OTT juga harus untuk diperhatikan, jangan sampai hal ini berlawanan dengan hukum dan norma susila di sini. Misalnya, pornografi dan juga konten LGBT yang tengah ramai di Tanah Air.” terang dari chairman lembaga riset keamanan cyber CISSReC (Communication and Information System Security Research Center) ini.

Tumblr bahkan sudah mendapatkan banyak peringatan untuk segera diblokir oleh Pemerintah, hal ini karena banyaknya konten yang mengandung pornografi yang ada di sana. Masyarakat juga sedang diramaikan dengan kebijakan dari pihak Facebook yang menghapus berbagau tulisan yang menentang akan LGBT, bahkan, Menhan Ryamizard Ryacudu juga angkat bicara tentang bahaya dari LGBT.

“Kesulitan pemerintah menertibkan dari bentuk konten tersebut salah satunya juga karena adanya ratusan provider internet yang ada di Indonesia sehingga himbauan untuk memblokir konten tidak serta merta bisa langsung efektif.” terangnya.

Facebook, Teknologi, whatsapp