Pengendalian Penyakit Asma Tanpa Obat

Pengendalian Penyakit Asma Tanpa Obat

Penderita asma akhir-akhir ini tak mengenal usia bahkan balita pun ikut diserangnya. Jika si kecil mengalami penyakit ini tak perlu cemas, sebab penyakit ini bisa di kendalikan. Pengobatan penyakit ini dapat berjalan jika pasien memiliki kualitas yang lebih bagus untuk hidup.

Pegendalian pada penyakit ini bisa dilakukan saat penderita memiliki kualitas hidup dalam keadaan baik. Maka dari itu penderita dianjurkan untuk mengonsumsi obat.

Penyakit asma khususnya menyerang  malam hari dengan keadaan sesak napas, terasa berat pada dada dan batuk. Terjadinya penyakit ini karena saluran pernapasan mengalami gejala peradangan kronik sehingga timbul gejala episodic.

Menurut Spesialis Paru Konsultan dari RS.Siloam Asri, Prof.Dr.Nirwan Arief bahwa gejala episodic berkaitan dengan saluaran nafas yang mengalami penyumbatan, bahkan umumnya memiliki sifat reversible tidak dengan atau pengobatan.

Pemberian obat pelega dan pengendali disebut terapi asma. Untuk pencegahan terhadap munculnya serangan asma agar kondisinya tetap terkendali maka cara efektif yang dilakukan dengan pemberian obat pengendali. Selain itu, digunakan juga obat pelega untuk membuat hilangnya kondisi sesak nafas dan memperlebar saluran pernapasan ketika serangan asma dengan kerjanya yang sangat cepat.

Berdasarkan penjelasan Dr.Ratnawati,MCH,Sp.P(P), umumnya penyakit asma dapat dikendalikan dengan terapi asma tetapi ketidakdisiplinan penderita menggunakan obat inhaler seperti terlalu banyak jumlah obatnya, ketakukan terhadap efek samping serta salah pahamnya pada asma dan terapinya membuat hasil pengobatannya berjallan tidak maksimal.

Penggunaan obat tidak selamanya menjadi pilihan bagi penderita asma. Terlebih pada pasien anak-anak dengan sendirinya asma dapat pulih jika saat gejala muncul segera dilakukan penanganan baik, dan ini dapat membuat pasien terlepas dari obat menurut Prof. Hardirto Mangunnegoro, SpP(K).

Penderita asma yang bisa terlepas dari obat memiliki beberapa syarat salah satunya usia muda seperti yang telah dijelaskan. Ada juga yang syarat lain seperti kedisiplinan dalam menjalankan terapi. Berjangka tiga bulan jika keadaan penderita membaik, turun dosis obat maka asma sudah terkendalikan. Penggunaan obat dihentikan jika tidak lagi terjadi serangan.