Pentingnya Memahami Proses Kehamilan Setelah Berhubungan Bagi Pasangan Muda

Pentingnya Memahami Proses Kehamilan Setelah Berhubungan Bagi Pasangan Muda

Memahami proses kehamilan setelah berhubungan sangat penting untuk diketahui pasangan muda yang sudah menikah. Hal ini dikarenakan setiap pasang suami istri pasti mendambakan keturunan alias buah hati. Oleh karena itu mengetahui bagaimana seorang wanita bisa hamil dan akhirnya melahirkan ini perlu dipahami terlebih dahulu agar persiapan menjadi orang tua lebih mantap.

Biasanya 9 dari 10 pasang suami istri berhasil memiliki keturunan pada tahun pertama setelah merencanakan kehamilan, namun satu pasang lainnya butuh waktu yang sedikit lebih lama dalam memiliki momongan. Namun meski demikian, dengan memahami proses kehamilan dan ikhtiar yang benar maka memiliki anak akan menjadi kenyataan.

Dengan memahami bagaimana proses kehamilan terjadi, maka bagi pasangan muda akan menjadikan kemungkinan keberhasilan menjadi meningkat dan terhindar dari kegagalan. Dengan demikian impian memiliki momongan yang didambakan akan terwujud. Tentunya hal yang perlu dipahami adalah bahwa kehamilan tidaklah terjadi secara instan, namun merupakan sebuah proses panjang yang harus dilalui dua orang, suami dan istrinya.

Hal ini dikarenakan untuk memiliki anak maka hubungan khusus suami istri tidaklah dilakukan dengan asal-asalan. Namun akan lebih baik dengan menjalankan program hamil atau promil sehingga proses kehamilan menjadi semakin bagus peluangnya. Untuk berhubungan suami istri sebagai program hamil sebaiknya memang dilakukan di masa ovulasi pada wanita.

Masa ovulasi merupakan masa subur pada wanita yang biasanya terjadi pada hari ke-10 hingga hari ke-15 dari hari pertama menstruasi terakhir, untuk wanita yang punya siklus menstruasi dua puluh delapan hari atau sekitar 2 minggu sebelum menstruasi berikutnya. Pada masa ini maka saat terjadi pembuahan dari sperma maka sel telur sedang siap sehingga bisa langsung menjadi janin.

Proses pembuahan yang terjadi saat berhubungan suami istri, saat sel sperma masuk dan berhasil menembus telur yang siap dibuahi atau sekitar dua puluh empat jam setelah sel telur dihasilkan maka biasanya akan bisa menjadi janin. Dengan demikian maka proses kehamilan yang diidamkan pun menjadi kenyataan.

Untuk lebih memahami tentang proses terjadinya kehamilan ini, simak ulasan berikut. Tentunya selain proses juga akan dibahas pula tanda-tanda yang bisa menjadi tanda awal kehamilan pada seorang wanita. Dengan memahami proses dan tahu tandanya, maka memiliki buah hati jelas tak akan hanya menjadi sebuah rencana atau impian semata, namun kenyataan.

Pentingnya Memahami Proses Kehamilan Setelah Berhubungan Bagi Pasangan Muda

Seperti yang dibahas sebelumnya bahwa dalam proses kehamilan, hal yang dilibatkan adalah masa ovulasi yang mana pada sekitar minggu ketiga sel telur seorang wanita akan turun ke tuba falopi setelah diproduksi dan dimatangkan di ovarium yang artinya sudah siap dibuahi oleh sel sperma. Secara rinci, prosesnya adalah sebagai berikut.

  1. Proses Kehamilan setelah 1 hingga 3 Hari Berhubungan

Dalam proses pertama setelah berhubungan suami istri, maka ada beberapa step atau tahapan yang akan terjadi. Tentunya tahapan ini dimulai sejak ovulasi yang sudah dibahas sebelumnya. Dan setelah tahap tersebut maka secara lengkapnya adalah sebagai berikut.

Proses Masuknya Sel Sperma

Proses pertama yang terjadi dalam proses kehamilan setelah berhubungan yaitu proses masuknya sperma ke dalam rahim seorang wanita. Dalam proses ini biasanya seorang pria normal akan mengeluarkan sperma sejumlah 300 cc, yang biasanya memiliki kandungan 100 juta sel atau bahkan lebih. Kemudian sperma yang dikeluarkan akan berenang di leher rahim untuk mendekati sel telur.

Proses Pembuahan

Proses berikutnya setelah masuknya sel sperma yaitu proses pembuahan di mana dari ratusan juta sperma yang masuk, yang berhasil mencapai sel telur hanya beberapa ratus saja jumlahnya. Lalu untuk menembus sel telur biasanya yang berhasil hanyalah satu sel sperma saja yang dengan keberhasilan tersebut maka terjadilah proses kehamilan.

Setelah sel telur berhasil ditembus oleh sel sperma maka kehamilan ini kemudian ditandai dengan munculnya zigot atau ovum yang sudah dibuahi kemudian mengalami proses mengeras di bagian luar.

Proses Pembelahan

Proses yang berikutnya setelah pembuahan yaitu terjadinya proses pembelahan sel telur. Proses ini biasanya terjadi sekitar 24 jam hingga 30 jam setelah berhubungan antara suami istri yang sel spermanya berhasil menembus sel telur. Awalnya akan membelah menjadi dua, lalu akan bertambah ganda setiap dua belas jam hingga akhirnya zigot tersebut tiba di rahim wanita.

Pada proses inilah yang terkadang memungkinkan seseorang memiliki anak kembar. Anak kembar tersebut biasanya muncul karena sel-sel yang membelah dan berpisah tersebut berkembang sendiri-sendiri. Jadi bisa disimpulkan bahwa kembar bukanlah dari dua sel telur, namun satu yang kemudian membelah dan berkembang.

Perlu diketahui bahwa proses pembelahan ini tidak akan terjadi jika sejak awal sel sperma tidak bisa masuk ke sel telur. Setelah terjadinya ovulasi, jika tidak terjadi pembuahan maka sel telur akan melebur dan terserap oleh tubuh yang akhirnya membuat tubuh berhenti menghasilkan hormon estrogen dan progesteron. Setelah itu maka lapisan di rahim pun meluruh yang kemudian berubah menjadi menstruasi.

Proses Kehamilan setelah 3 hingga Beberapa Minggu Berhubungan

Proses kehamilan setelah berhubungan yang harus diperhatikan berikutnya yaitu usai hari ketiga dan seterusnya. Terutama di awal-awal karena masih banyak proses yang penting dan riskan bila tidak diperhatikan.

Proses Implantasi

Proses kehamilan pada hari ketiga yang pertama yaitu implantasi. Proses ini terjadi saat zigot atau embrio sudah membelah menjadi tiga puluh dua sel yang kemudian bentuknya akan berubah mirip dengan buah raspberry.

Beberapa hari kemudian, zigot tersebut akan berubah lagi menjadi lebih banyak yaitu sekitar lima ratus sel. Yang kemudian seminggu kemudian akan menempel pada dinding rahim atau endometrium yang kemudian disebut juga dengan implantasi.

Perlu diketahui bahwa pada saat ini bisa saja terjadi pendarahan ringan atau flek selama kurang lebih satu hingga dua hari. Lalu pada saat ini maka lapisan dinding rahim akan semakin tebal, sedangkan leher rahim akan ditutupi oleh lendir hingga saat melahirkan.

Proses Perkembangan Plasenta

Setelah empat minggu dari proses implantasi, maka embrio atau calon janin tersebut yang awalnya mendapat asupan makanan dari dinding rahim perlahan akan terbentuk palsenta dari blastosis. Plasenta ini nantinya akan menjadi sumber makanan utama janin di dalam perut yang sangat penting manfaatnya. Dengan adanya plasenta maka kehamilan bisa dianggap telah berhasil  yang artinya di dalam rahim seorang wanita ada calon bayi.

Perlu diketahui bahwa jika memang saat berhubungan suami istri, sperma gagal menembus dinding sel telur maka bagi pasangan muda tak perlu khawatir. Hal ini dikarenakan sperma bisa bertahan hidup dalam organ reproduksi wanita hingga lima hari lamanya. Sehingga bisa saja sperma tak langsung menembus sel telur pada saat usai berhubungan namun bisa esok harinya.

Walau tentunya perlu diingat bahwa dalam mencapai dan menembus sel telur, sel sperma harus berjuang dan semakin lama di dalam organ reproduksi wanita maka jumlahnya akan semakin sedikit atau berkurang.

Oleh karena itu, untuk mengecek apakah seorang wanita hamil atau tidak bisa dilakukan pada saat minggu ke tiga atau keempat setelah hari pertama menstruasi terakhir. Hal ini dikarenakan pada hari tersebut maka hormon HCG dalam tubuh wanita akan tinggi karena proses implantasi.

Jika proses kehamilan setelah berhubungan ini sudah jelas dan kemudian sudah berhasil hamil, tentunya untuk melindungi janin dalam perut tetaplah harus rajin menghubungi dokter atau petugas kesehatan terdekat. Terlebih saat ada tanda perdarahan, karena dengan menghubungi petugas kesehatan maka resiko keguguran bisa dicegah.