Penyebab, Diagnosis dan Pengobatan Kencing Berdarah pada Wanita

Penyebab, Diagnosis dan Pengobatan Kencing Berdarah pada Wanita

Kencing berdarah atau yang sering disebut dengan istilah hematuria merupakan kondisi dimana urine berwarna merah atau kecoklatan sebagai sebab tercampurnya darah dengan urine. Hematuria bisa terjadi pada semua kalangan, termasuk wanita. Kencing berdarah pada wanita dapat disebabkan berbagai faktor yang spesifik dengan kondisi fisik wanita.

Penting untuk diketahui, hematuria bukanlah penyakit tersendiri melainkan kondisi ini sebenarnya pertanda dari adanya penyakit lain yang menjangkiti organ tubuh. Pada wanita, kondisi kehamilan yang tidak normal juga bisa menyebabkan terjadinya hematuria. Darah yang bercampur pada urine terkadang juga tidak terlihat oleh kasat mata. Melalui pemeriksaan laboratorium biasanya akan terlihat jika urine telah bercampur dengan darah.

Penyebab Kencing Berdarah pada Wanita

Kondisi urine berdarah pada wanita dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Jika hal ini terjadi, maka sebaiknya sesegera mungkin Anda memeriksakan diri ke dokter. Baik dalam kondisi hamil maupun tidak, gejala ini tetap mengindikasikan masalah kesehatan yang serius. Berikut penyebab yang sering terjadi:

Infeksi saluran kemih

Seperti diketahui, wanita memiliki resiko lebih tinggi mengalami infeksi saluran kemih karena ukuran saluran uretra yang lebih pendek. Kondisi infeksi yang sudah parah akan menyebabkan terjadinya hematuria atau kencing berdarah yang ditandai dengan perubahan warna urine. Bahkan ketika warna air seni tidak tampak merah sekalipun, secara mikroskopik bisa saja ditemukan campuran darah dalam urine. Hal ini biasanya melalui proses pemeriksaan di laboratorium.

Kehamilan ektopik

Kehamilan ini sering juga disebut dengan istilah hamil di luar rahim. Pembuahan terjadi secara tidak normal, yakni di luar rahim seperti tuba falopi, rongga perut, ovarium dan sebagainya. Salah satu gejala yang muncul adalah terjadinya pendarahan melalui saluran urine. Pendarahan ini bisa terjadi secara bersamaan dengan pembuangan urine sehingga seolah-olah merupakan bentuk hematuria.

Kehamilan anggur

Proses kehamilan anggur merupakan bentuk kehamilan yang gagal. Pembuahan dan perkembangan sel telur menjadi tak normal sehingga mengakibatkan munculnya semacam kista di dalam rahim. Salah satu gejala yang muncul dari kehamilan ini semacam hematuria yang sebenarnya merupakan pendarahan dari rahim. Darah bercampur dengan urine dan menyebabkan warna urine berubah.

Glomerulonephritis

Glomerulonephritis merupakan kondisi peradangan yang terjadi di glomerulus. Glomerulus sendiri adalah bagian dari ginjal yang berfungsi sebagai alat penyaring darah. Apabila bagian ini mengalami peradangan maka bisa menyebabkan darah mengalir ke uretra dan bercampur dengan air seni. Pada wanita kondisi ini mungkin saja terjadi akibat kondisi ginjal yang bermasalah.

Batu ginjal

Penyakit batu ginjal terjadi disebabkan adanya kristal yang terbentuk dari sisa metebolisme di saluran kemih. Sisa metabolisme ini mengeras dan menjadi batu yang akhirnya menyumbat saluran kemih. Batu ginjal tersebut dapat menyebabkan iritasi luka pada saluran dan akhirnya menyebabkan terjadinya urine berdarah pada wanita. Biasanya juga diiringi rasa sakit dan perih.

Konsumsi jenis obat tertentu

Konsumsi jenis obat tertentu juga dapat mengakibatkan kerja ginjal yang meningkat hingga menyebabkan hematuria. Beberapa jenis obat-obatan yang rentan memicu terjadinya hematuria seperti aspirin, obat anti inflamasi non steroid serta jenis antibiotik tertentu. Pada wanita hal ini pun mungkin terjadi sebagai pengobatan tertentu dari penyakit yang diderita.

Perubahan Warna Urine Tak Selamanya Hematuria

Para wanita penting juga mengetahui bahwa perubahan warna urine menjadi merah dan sejenisnya tak selamanya merupakan campuran darah atau hematuria. Mengkonsumsi jenis obat dan makanan tertentu juga akan menyebabkan terjadinya perubahan warna pada urine. Untuk jenis obat, biasanya dokter akan memberitahukan apabila akan terjadi perubahan warna.

Jenis obat laksatif sanna dan antibiotik nitrofurantoin biasanya juga akan menyebabkan perubahan warna pada urine menjadi kemerahan seperti darah. Sedangkan jika Anda mengkonsumsi buah bit dan buah beri, biasanya juga akan menyebabkan warna urine menjadi merah. Pedarahan pada urine yang merupakan gejala dari penyakit yang lain biasanya juga akan diiringi keluhan rasa sakit di bagian tubuh yang lain, terutama ginjal atau saluran kemih.

Diagnosis Urine Berdarah pada Wanita

Bagi wanita yang mengalami pendarahan pada urine akan dilakukan beberapa cara diagnosis untuk mencari tahu penyebab dari gejala tersebut. Apabila wanita dalam kondisi hamil, maka biasanya pemeriksaan dilakukan oleh dokter kandungan lebih dulu, untuk memastikan pendarahan tidak disebabkan oleh kelainan kehamilan atau kondisi lain yang terkait kehamilan.

Untuk wanita yang tidak hamil, pemeriksaan biasanya diawali dengan test urine. Untuk memeriksa fungsi ginjal, pemeriksaan dilanjutkan pada test darah. Selain itu, untuk melihat fungsi ginjal, biasanya juga dilakukan pencitraan CT scan, ultrasound ginjal, serta pyelografi intravena. Dokter lebih lanjut juga akan menanyakan tentang riwayat kesehatan sebelum sakit.

Apabila penyebab hematuria tak juga diketahui, maka diagnosis yang lebih intensif dilakukan dengan sistoskopi dan biopsi ginjal. Sistoskopi dilakukan untuk mengidentifikasi ada tidaknya sel kanker dalam saluran kemih.

Pengobatan Hematuria pada Wanita

Oleh karena hematuria bukan lah penyakit tersendiri, maka yang dilakukan biasanya adalah dengan mencari tahu penyebab utama terjadinya pendarahan tersebut. Dokter biasanya akan melakukan penanganan sesuai dengan jenis penyakit yang diderita sebagai penyebab terjadinya pendarahan.

Pada pendarahan yang disebabkan adanya infeksi saluran kemih, biasanya akan diberikan obat semacam anti biotik untuk penyembuhan. Pendarahan yang disebabkan karena kehamilan tak normal akan ditangani oleh dokter kandungan secara khusus. Sedangkan untuk hematuria yang disebabkan masalah batu ginjal, dokter biasanya memilih pengobatan terapi gelombang kejut untuk meluruhkan batu gijal, atau jenis cara pengobatan lain yang dianggap sesuai.

Selain itu, dokter biasanya juga akan menyarankan berbagai hal yang dapat mengurangi resiko terjadinya penyakit yang beresiko memberikan gejala hematuria. Untuk masalah infeksi saluran kemih, Anda dianjurkan untuk mengkonsumsi banyak minuman air putih, tidak menahan kencing, serta membersihkan organ kewanitaan dari arah muka ke belakang, bukan dari belakang ke muka.

Sementara untuk mengurangi resiko masalah ginjal, biasanya Anda akan dianjurkan mengkonsumsi banyak air putih, mengurangi konsumsi garam, zat warna oksalat seperti bayam dan talas serta makanan yang tinggi protein.

Bagi wanita juga dianjurkan untuk menghindari paparan bahan-bahan kimia di organ kewanitaan yang juga menjadi salah satu pemicu masalah organ dalam, semisal kanker dan sejenisnya. Mengurangi berat badan dan membiasakan olahraga rutin juga menjadi salah satu anjuran dokter untuk mencegah terjadinya hematuria lebih lanjut bagi wanita.

Kencing berdarah pada wanita meskipun bukan merupakan penyakit, namun gejala ini mengindikasikan suatu penyakit tertentu yang kemungkinan sudah serius kondisinya. Oleh karena itu, jangan anggap sepele hal tersebut. Bagi wanita yang sedang hamil segeralah konsultasi dengan dokter kandungan, dan jika tidak sedang hamil pun harus segera memeriksakan diri ke dokter penyakit dalam.