Perbup Batu Akik Tinggal Teken Bupati Achmad

Perbup Batu Akik Tinggal Teken Bupati Achmad

Peraturan Bupati (Perbup) tentang Pengelolaan Pertambangan Rakyat (PPR) 2015, termasuk pengelolaan batu akik sudah selesai dibahas. Kini, perbup itu tinggal diteken Bupati Rohul, Achmad.

“Perbup ini sudah tuntas kita bahas bersama instansi terkait, termasuk Bagian Hukum. Tinggal diteken Pak Bupati saja,” kata Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Rohul, Yusmar Yusuf, di Pasir Pangaraian, Jumat (13/3/2015).

Menurut Yusmar, setelah perbup ini diteken bupati, maka aturannya sudah bisa diterapkan, sekaligus disosialisasikan kepada masyarakat di 16 kecamatan. Perbup ini untuk menekan angka perambahan batu (ilegal stoning) yang mulai mengkhawatirkan.

Perbup ini memuat tiga item aturan, di antaranya mengatur tentang pertambangan mineral logam (magnesium, kalium, emas, tembaga, perak dan lainnya). Kemudian, pertambangan mineral bukan logam (grafit, pasir kuarsa, asbes, gipsum, dan lainnya). Selanjutnya mengatur tentang pertambangan batuan jenis lainnya (batu akik, giok, batu kuarsa, jasper, dan lainnya).

“Perbup PPR mengatur tentang bagaimana pelaksanaan penambangan batuan agar tidak merusak lingkungan,” jelas Yusmar.

Mantan Kepala Disdukcapil Rohul ini menambahkan, dalam Perbup PPR diatur dalam pertambangan tidak dibenarkan menggunakan alat berat, namun dibolehkan menggunakan alat tradisional. Sehingga, kekayaan alam lain masih dapat digunakan masyarakat.

“Perbup ini diganti nama sehingga tidak terfokus dengan batu akik saja, namun mengatur beberapa jenis pertambangan. Jika ditemukan pertambangan baru, ada perbup ini yang mengaturnya,” terangnya.

Perbup PPR 2015, sambung Yusmar, ditujukan kepada pelaku usaha kecil masyarakat, termasuk koperasi. Dalam perbup juga diatur batas luasan lahan dan syarat pertambangan, termasuk lagi yang masih berkaitan dengan lingkungan.

Terlepas itu, untuk rencana penyusunan Peraturan Daerah mengatur batu akik, Distamben Rohul masih menunggu permintaan Anggota DPRD Rohul. Karena penyusunan Peraturan Desa (Perda) itu merupakan inisiatif dari beberapa anggota dewan setempat.

“Prinsipnya, kita hanya menunggu. Apabila dewan minta bantu dinas teknis menyusun materinya, kami selalu siap,” tandas Yusmar.(kt8)

Read more: http://katariau.com/read-103-5556-2015-03-13-perbup-batu-akik-tinggal-teken-bupati-achmad.html#ixzz3UFeE4QsM
Follow us: @katariaumedia on Twitter | katariaucom on Facebook