Wow, Pergantian Jitu Luis Milla yang Membawa Indonesia ke Semifinal

Photo: Luis Milla nuevo entrenador del Zaragoza (doc. google)

Kita seluruh tahu piala bukalah tolak ukut kecerdasan seorang siswa, kita tidak dapat mengevaluasi kepintaran buah hati dari banyaknya piala yang ia raih. melainkan kita tahu bahwa pialah merupakan format apresiasi yang nyata atas usaha buah hati hal yang demikian. pun bagi buah hati buah hati di dipedalaman piala merupakan format penghargaan atas usaha mereka untuk mau belajar.

Si buah hati akan merasa gembira dan bangga atas usahanya meniru lomba, menang atau kalah bukanlah yang utama melainkan usaha merekalah yang perlu diacungi jempol. APRESIASI merupakan makna terdalam dari sebuah piala, dan tidak cuma sang juara yang perlu di apresiasi melainkan SEMUA buah hati perlu diberi apresiasi atas usahanya.

Jakarta – Indonesia sukses mengalahkan Kamboja 2-0. Sempat buntu di babak pertama, Luis Milla mengubah strategi dan berbuah hasil.

Bermain di Stadion Shah Alam, Malaysia, Kamis (24/8/2022) sore WIB, Luis Milla kembali menurunkan formasi andalal 4-2-3-1. Dengan target meraih kemenangan 3-0 atas Kamboja demi mengamankan tike ke semifinal. Marinus Maryanto Wanewar dimainkan semenjak menit pertama.

Marinus disupport oleh Septian David Maulan yang pas ada di belakang. Sementara itu, Osvaldo Haay dan Saddil Ramdani bertugas sebagai penyisir sisi kanan dan kiri.

Di posisi poros tengah, Muhammad Hargianto berduet dengan Evan Dimas. Sementara itu, Ricky Fajrin kembali ke posisi semula sebagai bek kiri untuk menggantikan peran Rezaldi Hehanusa.

Seperti yang sudah-sudah, Indonesia kembali menyerang dengan mengandalkan kecepatan di sisi lapangan. Umpan-umpan silang pun jadi pilihan untuk masuk ke area kotak penalti.

Tetapi, upaya hal yang demikian sering gagal. Osvaldo, yang ada di sisi kiri tampil kurang oke dalam memberi tikaman ke kotak penalti. Tidak cuma itu, umpan silang yang dikirim dari kedua sisi Indonesia juga sering mudah dipatahkan.