Perhitungan Bunga Deposito Terkini

Perhitungan Bunga Deposito Terkini

Deposito berjangka merupakan produk ragam tabungan yang telah ditawarkan oleh bank kepada nasabahnya dengan imbalan berupa pendapatan dalam suku bunga tetap. Cara kerja deposito ini tergolong mudah dan sangat mudah dipahami serta menghitungnya-pun tidak tergolong sulit,

Perhitungan Bunga Deposito Terkini Dan Cara Kerjanya

Menghitung bunga deposito
Kebanyakan bank-bank telah mencantumkan suku bunga tahunan untuk deposito yang telah ditawarkan. Jangka waktu tertentu atau tenor deposito berbagai macam variasi mulai dari 1, 3, 6, 12, 24 sampai 36 bulan. Misalnya suku bunga deposito selama 3 bulan ditulis dengan 3,5% p.a atau tiap tahun.

Yang harus anda garis bawahi, bank bisa saja menawarkan bunga yang belum dibebani pajak. Sama halnya dengan bunga rekening tabungan biasa, maka pajak untuk bunga deposito di atas Rp. 7.500.000 adalah kurang lebih sebesar 20% dari 3,5%, maka bunga bersih yang akan diperoleh sebesar 2,8% p.a. Ini berarti, besaran bunga yang telah diterima untuk deposito dengan dana pokok mencapai Rp. 100.000.000. cara menghitung bunga deposito yang berlaku ialah: Rp. 100.000.000 x 2,8% x (3bulan atau 1 tahun)=Rp. 700.000.


Cara kerja deposito

Cara kerja deposito ini juga harus anda ketahui, yaitu anda tidak boleh mencairkan dana dalam jangka waktu tertentu. Meskipun demikian, deposito tetap akan menjadi instrumen yang sangat populer di Indonesia dari waktu ke waktu selain investasi properti.

Berbeda dari rekening tabungan biasa yang melakukan perhitungan bunganya setiap hari dan biasanya dibayarkan di akhir bulan, perhitungan bunga deposito ini dapat diterima nasabah dengan lebih mudah karena jangka waktu dan suku bunganya tetap. Selain itu, dana nasabah dapat dijamin oleh pemerintah melalui LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) disertai dengan beberapa persyaratan.
Cara kerja deposito secara singkat:

• Bunga biasanya lebih tinggi dibandingkan dengan bunga rekening tabungan. • Bunga akan diterima nasabah pada saat tanggal jatuh tempo atau dalam interval waktu tertentu yang telah disepakati sebelumnya. Misalnya setiap bulan, 4 bulan, setangah tahun bahkan pertahun. • Apabila diinginkan bunga deposito dapat dimasukkan kembali ke dalam dana pokok pada periode deposito yang berikutnya. • Dana deposito dapat dicairkan sewaktu-waktu. Akan tetapi, jika melakukan pencairan dilakukan sebelum tanggal yang telah ditentukan, maka nasabah akan dikenaka penalti (biasanya berkisar antara 1% sampai dengan 3%) dari nominal pokok.

• Kesalahan anda dalam memlikih tenor atau jangka waktu akan dapat menimbulkan kerugian apabila akumulasi bunga yang telah diterima belum melebihi penalti.

Dengan memahami serta mengetahui karakteristik deposito tersebut, khususnya cara perhitungan bunga deposito terkini, pemilihan tenor atau jangka waktu serta resiko penalti, diharapkam dapat memberikan pemahaman dan wawasan yang cukup bagi para nasabah dalam menentukan produk deposito terbaik di dalam portfolio investasinya.