Prediksi Jumlah Gaji dan Bonus Pekerja di tahun 2015

Prediksi Jumlah Gaji dan Bonus Pekerja di tahun 2015

Prediksi Jumlah Gaji dan Bonus Pekerja di tahun 2015

Tren.co.id. Banyak kebijakan pemerintah yang membuat harga kebutuhan pokok melambung tinggi pada akhir tahun 2014 kemarin. Misalnya saja, harga bbm, sembako, transportasi, dan lain – lain. Belum lagi pada Januari 2015 ini, TDL (tarif dasar listrik) untuk kapasitas 1300 volt ampere ke atas akan mengalami kenaikan juga.

Bagi Anda yang telah bekerja, dan terutama yang mempunyai status sebagai pekerja swasta mungkin Anda sudah memperkirakan dan melakukan prediksi jumlah gaji dan bonus pekerja 2015, apakah akan naik mengikuti kenaikan harga kebutuhan pokok lainnya, ataukah prediksi tinggalah prediksi yang artinya gaji Anda di tahun depan tidak akan mengalami kenaikan sama sekali?

Beberapa daerah di Indonesia, telah membicarakan masalah gaji Upah Minimum Provinsi (UMP) maupun Upah Minimum Regional (UMR) yang disesuaikan dengan kenaikan barang kebutuhan sehari – hari . Tidak sedikit juga para buruh yang harus melakukan aksi demo terlebih dahulu untuk memastikan bahwa upah gaji dan bonus mereka ditahun 2015 agar mengalami kenaikan.
Jadi, kira – kira bagaimanakah prediksi gaji dan bonus pekerja 2015? Berikut beberapa informasi yang dapat penulis bagikan untuk Anda.

Sistem Upah yang Akan Diterapkan Di Tahun 2015

Menurut Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PHI dan Jamsos) Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) Irianto Simbolon, pemerintah akan mulai menerapkan sistem baru dalam proses pengupahan, yaitu sistem upah skala. Ini artinya bahwa kenaikan gaji akan dipengaruhi oleh skala hasil pada penjualan suatu pabrik atau perusahaan. Jika terjadi peningkatan pada penjualan, maka perusahaan ataupun pabrik tersebut akan pula menaikkan jumlah balas jasa (gaji) pada karyawannya. Dan berlaku juga sebaliknya, jika yang didapat adalah penurunan pada hasil penjualan. Perubahan konsep harus dilakukan, yang mana pengupahan tidak lagi berdasar upah minimum pada KHL(Kebutuhan Hidup Layak) melainkan pada struktur upah yang mempunyai skala. KHL hanya menjadi acuan dalam upah, dan struktur skala upahlah yang menjadi patokan utama dalam menentukan upah pekerja tersebut. Seperti contohnya, siapapun dia, baik itu lajang, punya istri, dan punya anak dan seterusnya, maka KHL akan dijadikan acuan angka – angka kebutuhan hidup. Tetapi, lagi – lagi dikembalikan pada pasar yang telah didorong oleh pemerintah sebagai patokannya.

Konsep ini sebenarnya masih menjadi pembahasan di dewan pengupahan. Yakni, termasuk dalam merevisi Undang – Undang No. 13/2013 tentang ketenagakerjaan dan membuat aturan turunannya.

Bagi Anda yang sudah melakukan prediksi gaji dan bonus pekerja 2015, patut bersabar untuk menunggu jawabannya. Jadi, sekarang kita tunggu saja bagaimana keputusan yang akan dihasilkan oleh para dewan. Semoga keputusan tersebut dapat berpihak kepada rakyat dan dapat disesuaikan dengan keadaan harga pasar nasional. Semoga artikel mengenai prediksi jumlah gaji dan bonus pekerja 2015 ini bermanfaat bagi Anda.