Puisi "Karikatur penuh cinta"

Puisi "Karikatur penuh cinta"

Puisi “Karikatur penuh cinta” dalam lampiran buku Rasulullah tidak pernah sakit, versi Malaysia & Indonesia

Karikatur penoh Cinta (versi malaysia)

Duhai Insan,

Ke mana lagi engkau mencari teladan?

Sudah usai perjalanan semua kafilah pencari kearifan,

Prototaip terakhir yang paling sempurna daripada Tuhan,

Kisah lelaki anggun 14 abad silam yang tidak hilang ditelan zaman.

Disanalah terminal akhir itu bermuara,

Oasis sejati bagi sahara jiwa-jiwa dahaga,

Mata air kecemerlangan yang tidak pernah kering ditimba,

Sepatah kata daripadanya, bertabur luapan cahayanya kepada kita,

Di segala ruang dan waktu, namanya sentiasa hidup menggema.

Ku cuba tuangkan sepotong fragmen hidup sang Mustafa,

Berkenaan putih bersih giginya ketika tersenyum ceria,

Tahukah dari mana asal harum semerbak kelopak mawar beraroma?

Para sufi kononnya pernah berkata,

‘ Merekah mawar mewangi, berasal daripada titisan keringatnya,

yang jatuh ke bumi saat ia bersama buraq mendaki langit’.

Berkenaan jejak tikar yang membekas pada wajah tampannya

ketika ia terjaga,

Meskipun semua pintu langit mempersilakanya,

Dia yang seumur hidupnya hanya sakit dua kali sahaja.

Meskipun berat amanah yang dipikul dibahunya,

Beliau memilih menjadi Nabi yang berpenampilan rakyat jelata,

Meskipun berlimpah tawaran menjadi Nabi yang kaya berkuasa raja,

Berkenaan kesederhanaan makan minumnya,

Berkenaan ia yang ketika wafat hanya memiliki harta tujuh dinar sahaja,

Meskipun kunci masyrik dan maghrib kelak berada dalam genggamannya.

22 tahun beliau menjajakan cahaya,

Merajut kesempurnaan cinta,

dan apa yang diperlukan manusia.

Kelak apabila ufuk pengetahuan sudah sempurna,

Menyingkap kesombongan peradaban maya,

Nescaya terbeliak setiap mata,

Kesempurnaan dirinya,

Hidupnya disalah fahami orang yang buta hatinya.

Bahkan sehingga kini,

Kekejian pun masih difitnahkan kepadanya,

Padahal hanya dia satu-satunya manusia,

yang namanya bersanding dengan Tuhan alam semesta…

‘ ‘

Ya nabi salam ‘alaika,

Ya Rasul salam ‘alaika,

Ya habib salam ‘alaika,

Shalawatullahi ‘alaika….

Karikatur penuh cinta (edisi orisinil)

Duhai insan

Kemana lagi engkau mencari keteladanan?

telah usai perjalanan semua kafilah pencari kearifan

Prototipe final telah sempurna dirakit Tuhan

Kisah lelaki anggun 14 abad silam yang tidak sirna ditelan zaman

Disanalah terminal akhir itu bermuara,

oase sejati bagi sahara jiwa-jiwa dahaga,

mata air kecemerlangan yang tidak pernah kering untuk ditimba

Sepatah kata darinya, bertabur luapan cahayanya kepada kita

disegala ruang dan waktu, namanya senantiasa hidup menggema

Kucoba tuangkan sepotong fragmen hidup sang Mustafa

Tentang putih bersih giginya ketika ia tersenyum ceria

dan tahukah darimana asal harum semerbak kelopak mawar ber-aroma?

Konon celetuk tamsil para sufi berkata :

Merekah Mawar mewangi, berasal dari tetesan keringatnya

yang jatuh kebumi saat ia bersama buroq mendaki tatasurya.

Tentang jejak tikar yang membekas diwajah tampannya ketika ia terjaga

Meski semua pintu langit mempersilahkannya

Tentang dia yang seumur hidupnya hanya sakit 2 kali saja

Meski teramat berat amanat terpikul di pundaknya

Ia memilih menjadi Nabi berpenampilan rakyat jelata

meski….tawaran untuk menjadi Nabi yang kaya berkuasa seperti raja ada didepan matanya.

Tentang kesederhanaan makan minumnya,

Tentang ia yang ketika akan wafat hanya memiliki harta sebanyak 7 dinar saja,

Meski… kunci masyriq dan maghrib kelak ada digenggamannya

Duapuluh dua tahun Dia menjajakan cahaya

merajut kesempurnaan cinta

dan apa yang sesungguhnya dibutuhkan manusia

Kelak bila ufuk pengetahuan telah sempurna

menyingkap kesombongan peradaban maya

Niscaya akan terbelalak setiap mata, akan kesempurnaan dirinya

Hidupnya disalahpahami orang yang hatinya buta,

Bahkan hingga kini kekekejian-pun sekaliwaktu difitnahkan kepadanya

Padahal hanya ia satu-satunya manusia

yang namanya bersanding dengan Tuhan semesta raya…

(ade hashman)