Suntik KB 1 Bulan : Cara Kerja, Jenis, dan Efek yang Diberikan

Suntik KB 1 Bulan : Cara Kerja, Jenis, dan Efek yang Diberikan

Suntik KB 1 bulan biasanya menjadi salah satu alternatif bagi seorang wanita yang ingin menggunakan kontrasepsi suntik dan malas meminum pil KB secara rutin. Hal ini karena layaknya alat kontrasepsi yang lain, kontrasepsi suntik merupakan cara mencegah terjadinya kehamilan dengan memanfaatkan suntikan hormonal pada tubuh. Di Indonesia sendiri, kontrasepsi hormonal untuk KB sudah banyak digunakan karena memiliki banyak keunggulan seperti pemakaian yang praktis, cara kerja yang efektif, aman digunakan, dan harganya relatif murah.

Pada umumnya, sebelum seorang ibu menggunakan suntik KB 1 bulan, dokter akan memeriksa kondisi kesehatan mereka terlebih dahulu. Adapun persyaratan penggunaan suntikan KB ini hampir sama dengan syarat minum pil KB. Begitu juga dengan pantangan atau larangan penggunaannya. Misalnya suntikan KB tidak boleh diterapkan pada ibu yang sedang berada dalam kondisi hamil.

Cara Kerja Suntik KB 1 Bulan untuk Mencegah Kehamilan

Sekedar informasi, suntikan KB berisi cairan-cairan berupa zat yang berguna untuk mencegah terjadinya kehamilan dalam jangka waktu tertentu. Cairan yang ada di dalam suntikan KB berisi hormon sintesis progesteron. Adapun jangka waktu yang dapat dipilih oleh seorang wanita dalam penggunaan suntikan KB adalah selama 1 bulan dan 3 bulan. Lantas bagaimana cara kerja suntik KB 1 bulan? Berikut ulasannya.

Menghalangi Ovulasi pada Wanita

Ini merupakan mekanisme utama yang dapat dirasakan ketika menggunakan suntikan KB 1 bulanan. Pada mekanisme ini, akan terjadi penurunan kadar Follicle Stimulating Hormone (FSH) dan Luteinizing Hormone (LH) pada tubuh. Dua hormon inilah yang memiliki peran penting dalam sistem reproduksi manusia. Apabila kadar FSH dan LH dalam tubuh menurun, maka kemungkinan besar ovulasi tidak akan terjadi. Inilah salah satu cara kerja dari kontrasepsi suntik yang dimanfaatkan oleh banyak pasangan.

Mengubah Lendir Serviks menjadi Lebih Kental

Cara kerja kontrasepsi suntik yang selanjutnya yakni mengubah lendir pada serviks atau alat reproduksi wanita menjadi kental. Seperti yang dijelaskan di atas, dalam kontrasepsi suntik terdapat cairan berupa zat berisi hormon sistesis progesteron. Hormon inilah yang membantu mengubah prosentase kekentalan lendir serviks wanita.

Dengan kekentalan lendir sekviks, maka sperma pria tak akan mampu menjangkau rahim demi mencegah terjadinya proses ovulasi. Selain itu, hormon tersebut juga merangsang uterus atau dinding rahmi wanita menjadi tidak siap dalam menerima hasil pembuahan.

Mengurangi Kecepatan Transportasi Sel Telur

Ketika lendir serviks mengental, maka pertahanan di dalam rahim terhadap masuknya sperma akan semakin besar. Mekanisme yang satu ini juga akan memberikan pengaruh terhadap endometium menjadi kurang layak untuk dibuahi. Selain itu, kecepatan transportasi sel telur untuk bertemu sperma di dalam tuba fallopi juga akan berkurang. Tanpa pertemuan antara sel telur dan sperma, maka proses pembuahan tidak akan pernah terjadi.

Setidaknya itulah cara kerja dari penggunaan suntik KB 1 bulan. Dengan kata lain, cara kontrasepsi suntik hampir sama dengan produk kontrasepsi pada umumnya, baik itu pil atau alat kontrasepsi yang ditanamkan dalam tubuh wanita. Poin penting dari cara kerja kontrasepsi di atas yakni menghambat proses pembuahan dan mencegah sperma bertemu sel telur.

Jenis Kontrasepsi Suntik yang Paling Sering Digunakan Saat Ini

Setelah memahami tentang bagaimana cara kerja suntik KB 1 bulan, Anda juga harus tahu mengenai macam-macam suntikan KB. Setidaknya terdapat 2 macam kontrasepsi suntik yakni golongan progestin seperti Depo-Geston, Depo-Provera, dan Noristat serta golongan campuran estrogen propionat dan progestin seperti Cyclo Provera.

Untuk suntikan KB golongan progestin, akan memicu terjadinya perubahan hormon pada wanita, khususnya bagian-bagian yang berhubungan dengan sistem reproduksi. Selain itu, efek lain yang diberikan pada suntikan ini adalah pengentalan lendir serviks, mencegah pelepasan sel telur, dan menurunkan kemampuan penetrasi sperma pria. Meski demikian, semua efek tersebut akan kembali normal dengan jangka waktu selama 90 hari pasca melakukan suntikan KB terakhir.

Sedangkan untuk golongan yang kedua, yakni campuran antara estrogen propionat dan progestin memiliki fungsi untuk merangsan terjadinya haid atau menstruasi rutin setiap bulan pada wanita. Hal ini karena dengan terjadinya menstruasi, semua persiapan sistem reproduksi dalam pembuahan tidak akan berjalan secara maksimal.

Keuntungan dan Kekurangan Kontrasepsi Suntik 1 Bulanan

Sesuai dengan namanya, suntik KB 1 bulan dilakukan setiap 30 hari sekali meskipun ada juga yang beranggapan bahwa batas waktunya disesuaikan dengan siklus menstruasi pada wanita. Tujuan utamanya yakni mencegah terjadinya kehamilan. Sebagai jenis kontrasepsi yang banyak digemari wanita, tentu terdapat keuntungan dan kekurangan dari kontrasepsi suntik ini. Adapun ulasannya adalah sebagai berikut.

Kelebihan Kontrasepsi Suntik 1 Bulan

Salah satu keuntungan yang dimiliki oleh kontrasepsi suntik 1 bulanan yakni kecilnya risiko pendarahan tak teratur yang dialami oleh wanita. Hal ini karena periode kontrasepsi yang terbilang cukup rutin dan hampir sama dengan siklus menstruasi pada wanita sehingga hormon dalam tubuh dapat menerima dengan baik setiap cairan dan zat yang ada pada suntikan kontrasepsi bulanan ini. Berbeda dengan kontrasepsi suntik 3 bulanan yang memiliki risiko lebih besar dalam memunculkan siklus menstruasi yang tak rutin pada wanita.

Di samping itu, efek yang diberikan terbilang singkat. Hanya dalam waktu 90 hari atau 3 bulan saja, kondisi normal kesuburan wanita dapat kembali seperti semula. Hal ini akan memudahkan tiap pasangan dalam merencanakan proses kehamilan.

Kekurangan Kontrasepsi Suntik 1 Bulan

Selain kelebihan di atas, suntik KB 1 bulan juga memiliki kekurangan yang harus diperhatikan dan dipertimbangkan dengan baik. Pertama, dengan jangka waktu 1 bulan, tak banyak wanita yang dapat memenuhi jadwal penyuntikan. Apabila hal ini terjadi, kemungkinan besar hormon reproduksi dalam tubuh akan mengalami sedikit masalah dan berakhir pada terjadinya menstruasi tidak teratur.

Kedua, penggunaan awal suntikan KB 1 bulanan akan memberikan efek berupa rasa pusing hingga bagian dada wanita yang menjadi lebih sensitif bahkan nyeri ketika disentuh. Inilah yang menyebabkan penderita migrain tidak dianjurkan untuk menggunakan kontrasepsi suntik.  Meski demikian, masalah ini perlahan akan menghilang seiring dengan adaptasi yang dilakukan oleh tubuh terkait perubahan hormon.

Ketiga, suntik KB 1 bulan tidak dapat digunakan untuk melindungi diri dari penyakit seks menular seperti HIV/AIDS. Meskipun tergolong sebagai alat kontrasepsi, namun fungsi dari kontrasepsi suntikan berbeda dengan alat kontrasepsi seperti kondom. Oleh karena itu, apabila Anda tidak ingin terjangkit penyakit seks menular, sebaiknya tetap gunakan kondom ketika berhubungan intim.

Demikian sedikit ulasan tentang suntik KB 1 bulan yang harus Anda pahami. Bagi Anda yang tertarik untuk menggunakan kontrasepsi suntikan ini, Anda dapat pergi ke dokter spesialis kandungan, rumah sakit, ataupun puskesmas. Dengan penggunaan yang tepat, maka kontrasepsi suntikan ini akan berperan besar dalam mengatur dan mencegah proses kehamilan. Semoga bermanfaat.