Teror Bom Sarinah Menuai Kegagalan

Teror Bom Sarinah Menuai Kegagalan

sumber : http://www.kompasiana.com

Tren.Co.Id – Maksud dari si penebar bom Sarinah pada tanggal 14 Januari 2016 di Jl. Thamrin Jakarta Pusat lalu, adalah untuk membuat warga Indonesia menjadi ketakutan dan cemas. Tetapi melalui fakta-fakta berikut rencana si penebar bom ini tampaknya menemui kebuntuan.

Bahkan hastag Kami Tidak Takut pun mengungguli hastag-hastag seperti Pray for Jakarta, Pray for Indonesia. Solidaritas ini pun kentara di belbagai jejaring sosial. Dengan hastag kami tidak takut menunjukan betapa warga Indonesia tidak akan gentar dengan teror sarinah.

  1. Teroris Boleh Meneror, Tetapi Perut Tidak Boleh Lapar

Hanya berjarak 100km dari lokasi, para pedagang terlihat tetap asik menyajikan satenya. Terlihat diberbagai foto yang beredar di dunia maya para pedagang itu seolah tidak peduli dengan keberadaan teroris. Tentu hal ini membuat si teroris itu merengut kesal.

  1. Korban Mayoritas Merupakan Teroris Sendiri

5 dari 7 korban meninggal ditempat adalah teroris itu sendiri. Ini membuktikan betapa kurang ter-strukturnya rencana pengeboman, seolah-olah hanya ingin membuat gempar saja.

  1. Cepatnya Respon Pemerintah

Berbeda dengan kasus paris dan menara kembar WTC, pemerintah Indonesia terlihat lebih sigap dan cepat tanggap. Pukul 4 sore presiden Jokowidodo terlihat sudah mengontrol langsung ke lokasi kejadian dan memberi sinyal aman terkendali,

Justru melenceng jauh dari niat awal si teroris yang ingin menebarkan ketakutan, tetapi disini terlihat semakin kentalnya solidaritas. Di salah satu akun youtube terunggah video tukang gojek yang tidak diketahui namanya, membantu seorang wanita berjilbab.