Tiga Penyerang Melepaskan Tembakan Istanbul Turki | Tren.co.id

Tiga Penyerang Melepaskan Tembakan Istanbul Turki | Tren.co.id

Tren.co.id – Istanbul Turkey – Tiga penyerang melepaskan tembakan di dekat akses masuk ke terminal dan meledakkan diri setelah polisi menembaki mereka, kata para pejabat.

Perdana Menteri Binali Yildirim mengatakan tanda-tanda awal mengisyaratkan, pelaku serangan itu adalah kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS

Berbagai pemboman di Turki belakangan ini dikaitkan dengan ISIS atau separatis Kurdi.

Serangan hari Selasa (28/6) tampak seperti serangan yang sangat terkoordinasi, kata wartawan BBC Mark Lowen.

Bandara Ataturk sudah lama dipandang sebagai sasaran yang rentan, ungkap koresponden kami di Turki yang melaporkan dari dalam sebuah pesawat yang terjebak di landasan di Istanbul.

Ada pemindai sinar X di pintu masuk ke terminal tapi pemeriksaan keamanan atas mobil-mobil yang masuk masih sangat lemah.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, serangan itu harus menjadi titik balik dalam perang global melawan kelompok-kelompok militan.

“Bom yang meledak di Istanbul hari ini bisa saja meledak di bandara mana pun di kota-kota di seluruh dunia,” katanya.

AS menyebut serangan itu ‘keji,’ dan mengatakan Amerika tetap “setia mendukung bagi Turki.”

‘Mengenakan pakaian hitam’

Berbicara beberapa jam setelah serangan hari Selasa, PM Yildirim mengatakan di antara 36 korban tewas kemungkinan terdapat warga asing. Ia juga menyebut, banyak korban luka dalam kondisi kritis.

Penerbangan dari dan ke bandara Istanbul dihentikan setelah serangan itu.

Saksi mata Paul Roos mengatakan kepada kantor berita Associated Press bahwa ia bersiap terbang pulang ke Afrika Selatan ketika penyerang beraksi.

“Kami sedang menuju eskalator ke terminal keberangkatan, ketika mendengar suara-suara tembakan,” katanya.

“Ada seorang lelaki berkeliaran membawa senjata, ia mengenakan pakaian hitam.”

Desember lalu, seorang petugas kebersihan tewas akibat ledakan di bandara Istanbul yang lain, Sabiha Gokcen.