Tuturan indah Prof.Dr Quraish Shihab, MA tentang Al-Qur'an

Tuturan indah Prof.Dr Quraish Shihab, MA tentang Al-Qur'an

Tiada suatu bacaan semacam Al-Qur’an yang dibaca oleh ratusan juta orang yang tidak mengerti artinya atau tidak dapat menulis aksaranya, bahkan dihafal oleh orang dewasa, remaja dan anak-anak. Dicita-citakan sepenuh suluh semangat berapi-api untuk bisa mengkhatamkannya & menghafal seluruh kandungannya.

Tiada suatu bacaanpun melebihi al-Qur’an dalam perhatian yang diperolehnya, bukan saja dari sejarahnya secara umum, tetapi ayat demi ayat, baik dari segi masa, musim dan saat turunnya, sampai kepada sebab-sebab serta waktu-waktu turunnya.

Tuturan indah Prof.Dr Quraish Shihab, MA tentang Al-Qur’an

Tiada bacaanpun seperti al-Qur’an yang dipelajari bukan hanya susunan redaksi dan pemilihan kosa katanya, tetapi juga kandungannya yang tersurat, tersirat bahkan sampai pada kesan-kesan yang ditimbulkannya. Semua dituangkan dalam jutaan jilid, buku, generasi demi generasi. Kemudian apa yang dituangkan dari sumber yang tidak pernah kering itu, berbeda-beda sesuai dengan perbedaan kemampuan dan kecenderungan mereka, namun semua mengandung kebenaran.

Al-Qur’an layaknya sebuah permata yang memancarkan cahaya yang berbeda-beda sesuai dengan sudut pandang masing-masing.

Tiada bacaan seperti al-Qur’an yang diatur tata cara membacanya, mana yang dipendekkan, dipanjangkan, dipertebal atau diperhalus ucapannya, dimana tempat yang terlarang atau boleh, atau harus memulai dan berhenti, bahkan diatur lagu dan iramanya, sampai kepada etika membacanya.

Tiada bacaan sebanyak kosakata Al-Quran yang berjumlah 77.439 (tujuh puluh tujuh ribu empat ratus tiga puluh sembilan) kata, dengan jumlah huruf 323.015 (tiga ratus dua puluh tiga ribu lima belas) huruf yang seimbang jumlah kata-katanya, baik antara kata dengan padanannya, maupun kata dengan lawan kata dan dampaknya.

Kitab ini tak bisa ditiru, kode-kode numerik yang ditemukan di kemudian hari oleh para pengulas Qur’an bagaikan password yang mengunci mati argument para pembantahnya (Interlocking Sistem). Lihatlah contoh berikut seperti yang tertulis dalam buku “Membumikan Al-Qur’an”.

1. Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan bilangan antonimnya:

  • – Al Hayah (hidup) & Al Mawt (mati), masing-masing sebanyak 145 kali.
  • – An naf’ (manfaat) & Al madharrah (mudarat), masing-masing 50 kali.
  • – Al Har (panas) & Al bard (dingin), masing-masing sebanyak 4 kali.
  • – Al thuma’ninah (kelapangan/ketenangan) & Al Dhiq (kesempitan/ kekesalan), masing-masingsebanyak 13 kali.
  • – Ar Rahbah (cemas/ takut) & Al Raghbah (harap/ingin) masing-masing sebanyak 8 kali.
  • – Al Kufr (kekufuran) & Al Iman dalam bentuk definite masing-masing sebanyak 17 kali.
  • – Kufr (kekufuran) & Iman dalam bentuk indefinite masing-masing sebanyak 8 kali.
  • – Al Shayf (musim panas) & Al Syi’ta (musim dingin), masing-masing sebanyak 1 kali.

2. Keseimbangan jumlah kata dengan sinonimnya/ makna yang dikandungnya.

  • – Al Harf & Al Zira’ah (membajak/ bertani), masing-masing sebanyak 14 kali.
  • – Al’Ushb & Al Dhurur (membanggakan diri/angkuh) masing-masing sebanyak 27 kali.
  • – Al Dhallun & Al Mawta 9orang sesat/ mati jiwanya) masing-masing sebanyak 17 kali.
  • – Al Islam & Al Wahyu (Islam & Wahyu) masing-masing sebanyak 70 kali.
  • – Al Aql & An Nur (akal & cahaya) masing-masing sebanyak 49 kali.
  • – Al Jahr & Al’Alamiyah (nyata), masing-masing sebanyak 16 kali.

3. Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan jumlah kata yang menunjuk akibatnya.

  • – Al Infaq (Infaq) & Ar Ridha (kerelaan) masing-masing sebanyak 73 kali.
  • – Al Bukhl (kekikiran) & Al Hasarah (penyesalan) masing-masing sebanyak 12 kali.
  • – Al Zakah (zakat/ penyucian) & Al Barakat (kebajikan yg banyak) masing-masing sebanyak 32 kali.
  • – Al Fahisyah (kekejian) & Al Ghadhb (murka) masing-masing sebanyak 26 kali.

4. Keseimbangan antara jumlah kata dengan kata penyebabnya.

  • – Al israf (pemborosan) & Al Sur’ah (ketergesa-gesaan) masing-masing sebanyak 23 kali.
  • – Al Maw-izhah (nasihat) & Al lisan (lidah) masing-masing sebanyak 25 kali.
  • – Al Asra (tawanan) & Al Harb (perang) masing-masing sebanyak 6 kali.
  • – Al Salam (kedamaian) & Al Thayyibat (kebajikan) masing-masing sebanyak 60 kali.

5. Beberapa keseimbangan khusus.

Kata Yawm (hari) dalam bentuk tunggal, masing-masing terulang 365 kali, sama dengan jumlah hari dalam setahun.

– Kata Ayyam (hari dalam makna jamak) jumlah keseluruhannya 30 kali, sama dengan jumlah hari dalam sebulan.

– Kata bulan (syahr) hanya terdapat 12 kali, sama dengan jumlah bulan dalam setahun.

Bacalah Al-Qur’an seolah-olah ia diturunkan kepadamu…

Referensi

  1. wawasan Al-Qur’an Prof.Dr. Quraish Shihab

  2. Membumikan Al-Qur’an, Prof.Dr.Quraish Shihab

  3. Karena Kita begitu Berharga, (AD)

  4. Sumber foto anak membaca Qur’an : Rarindra Prakasa.